Boleh Nih, Simak 7 Aset Kripto Layak Pantau Pekan Ini
JAKARTA, investortrust.id - Komisi Pengawas Pasar Modal Amerika Serikat (SEC/ Securities and Exchange Commission) telah menyetujui aplikasi aplikasi investasi pekan lalu. Diakui, setelah minat investor yang begitu tinggi pada beberapa pekan sebelumnya, kini antusiasme para investor pada investasi kripto terkoreksi cukup tajam.
Mengutip laman investorplace.com, seiring mudahnya akses digital, kalangan generasi Z pun kian tertarik pada aset kripto. Alhasil, saat gen Z yang memasuki dunia kerja setiap tahun, daya beli kelompok ini akan meningkat dan dialokasikan untuk investasi kripto.
Jika Anda satu di antara gen Z yang punya minat berinvestasi pada aset kripto yang layak dipantau pekan ini.
Bitcoin (BTC-USD)
Sekilas, pergerakan Bitcoin tampak tengah bermasalah. Dalam tujuh hari terakhir, BTC terkoreksi hampir 9% dari nilai pasarnya.
Sebelumnya, SEC telah memberi persetujuan atas izin ETF Bitcoin spot. Untuk pertama kalinya, investor arus utama dapat menikmati akses mudah ke pasar kripto.
Ethereum (ETH-USD)
Sementara Ethereum, cenderung menunggangi katalis positif apa pun yang mendukung Bitcoin, terutama reli setelah izin ETF Bitcoin diberikan. Namun demikian, dari perspektif investasi, ETH menawarkan peluang menarik. Hal ini bisa menarik institusi arus utama untuk pindah ke pasar kripto.
Tether (USDT-USD)
Setelah mendapat persetujuan atas penerbitan ETF, volatilitas pergerakan Thether pun terjadi. Tren positif Tether karena asset kripti ini dipatok dengan mata dolar dengan nilai yang sama. Hal ini memberi kenyamanan dan likuiditas untuk ekosistem mata uang virtual yang lebih luas. Ke depan, investor berpeluang kuat mengawasi pergerakan Tether-dollar. Jika pergerakan kembali ke paritas, sentimen positf untuk aset akan pulih.
Baca Juga
Pajak Aset Kripto Membengkakkan Biaya Transaksi Perusahaan Terdaftar, Daya Saing Anjlok
Solana (SOL-USD)
Solana menawarkan paket investasi yang menggoda. Pertama, dengan harga di bawah US$ 100, asset ini cukup mahal untuk menarik kepercayaan investor.
Solana pun bersaing dengan Ethereum pada spektrum fungsionalitas. Para pendukung berpendapat bahwa Solana bisa menjadi platform unggul untuk pengembangan blockchain.
Avalanche (AVAX-USD)
Jika mencari alternatif kripto berisiko tinggi, namun dengan return yang tinggi pula, maka pilihannya adalah Ethereum dan Avalanche (AVAX-USD).
Sangat mungkin pengembang blockchain tidak berjalan sesuai target jika biaya cenderung tinggi dan investor cenderung tidak nyaman sehingga mengintip alternatif investasi. Kondisi ini bisa menguntungkan AVAX dalam jangka panjang. Namun, dalam waktu dekat, perjuangan AVAX tepat di rata-rata pergerakan 50 hari memicu kekhawatiran.
Cosmos (ATOM-USD)
Bagi investor yang ingin berspekulasi tentang kripto, Cosmos memberikan gambaran fundamental menarik. Postur teknis aset ini pun mengindikasikan pertumbuhan yang kuat. Secara khusus, pasar membidik protokol PoW yang diteruskan Bitcoin.
Uniswap (UNI)
Pada dasarnya, Uniswap punya popularitas menonjol karena protokol perdagangannya yang terdesentralisasi. Protokol ini dikenal karena memfasilitasi perdagangan otomatis token keuangan terdesentralisasi (DeFi), per Coinmarketcap.
Pada puncaknya, Uniswap mencapai harga per unit melebihi US$ 40. Sekarang perdagangan kurang dari US$ 7, UNI bisa jatuh tempo untuk breakout. (CR-5)
Baca Juga
Transaksi Kripto Capai Rp 122 Triliun per Januari-November 2023

