Transaksi Bursa Karbon Cuma Naik Rp 20 Juta Sebulan Terakhir
JAKARTA, investortrust.id – Transaksi di Bursa Karbon Indonesia tercatat cuma naik Rp 20 juta secara month to month (MtM), dari Rp 36,77 miliar per 31 Mei 2024 menjadi Rp 36,79 miliar sampai 28 Juni 2024.
Akumulasi nilai transaksi bursa karbon sebesar Rp 36,79 miliar berasal dari nilai transaksi 26,85% di pasar reguler, 22,87% di pasar negosiasi, 50,23% di pasar lelang, dan 0,05% di marketplace.
Baca Juga
Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK Inarno Djajadi mengatakan, pengguna jasa bursa karbon masih tercatat 67 yang memiliki izin sejak bursa diluncurkan pada 26 September 2023.
Total volume karbon yang diperdagangkan sampai 28 Juni 2024, sebanyak 608.740 ton setara karbondioksida (tCO2e).
Baca Juga
WIKA Minta Suntikan Modal Rp 2 T buat 8 Proyek Termasuk Jalan di IKN
‘’Sedangkan per 31 Mei 2024, total volume perdagangan di bursa karbon sebesar 608.427 tCO2e atau hanya naik 313 tCO2e dalam sebulan,’’ Inarno dalam Konferensi Pers Rapat Dewan Komisioner Bulanan (RDKB) Juni 2024, Senin (8/7/2024).
Ke depan kata dia, potensi bursa karbon masih sangat besar mempertimbangkan terdapat 3.834 pendaftar yang tercatat di Sistem Registri Nasional Pengendalian Perubahan Iklim (SRN PPI) dan tingginya potensi unit karbon yang dapat ditawarkan. (CR-10)

