Saham BLES, ISEA dan GOLF Resmi Listing, Ada yang Tembus ARA
JAKARTA, investortrust.id – Bursa Efek Indonesia (BEI) kedatangan tiga emiten baru yang mencatatkan saham perdana awal pekan ini, Senin (8/7/2024).
Ketiga emiten baru yang listing bersamaan tersebut yaitu, PT Superior Prima Sukses Tbk dengan kode saham BLES, kemudian PT Indo American Seafoods Tbk dengan kode saham ISEA, dan PT Intra GolfLink Resorts Tbk dengan kode GOLF.
Saat menggelar penawaran umum perdana saham (IPO), ketiganya menetapkan harga perdana masing-masing Rp 183 per saham untuk BLES, lalu Rp ISEA Rp 250 per saham dan GOLF Rp 200 per saham.
Sesaat setelah listing pukul 09.02 WIB, saham BLES terpantau mampu menembus auto rejection atas (ARA), naik 34% ke level 246 per saham.
Baca Juga
Investasi Rp 1,4 Triliun, 4 Hotel Baru Akan Hadir di Bali Tahun 2024
Kemudian saham ISEA melesat 16% ke level 290 per saham, sementara saham GOLF menanjak 30% ke level 260per saham.
Dari hajatan IPO tersebut, BLES berhasil meraup dana sebesar Rp 240,42 miliar, kemudian ISEA meraup Rp 72,50 miliar. Sedangkan GOLF milik Tommy Soeharto tercatat meraih dana hasil IPO Rp 390 miliar.
Manajemen BLES menyebut dana hasil IPOakan digunakan untuk belanja modal (capital expenditure) Perseroan sebesar Rp 100 miliar, termasuk pembelian kendaraan colt diesel dan big dump truck.
Sisanya, akan digunakan untuk keperluan modal kerja antara lain namun tidak terbatas seperti biaya operasional pabrik, pembayaran kepada pemasok, pembayaran kepada ekspedisi, penambahan Sumber Daya Manusia (SDM).
Adapun dana yang diperoleh apabila terjadi kelebihan pemesanan dan Perseroan menerbitkan saham baru yang ditawarkan, maka akan digunakan oleh Perseroan untuk modal kerja antara lain namun tidak terbatas seperti biaya operasional pabrik, pembayaran kepada pemasok, pembayaran kepada ekspedisi, penambahan SDM.
Baca Juga
Sementara ISEA mengalokasikan dana hasil IPO modal kerja dimaksud yaitu; sekitar 90% untuk pembelian bahan baku baik bahan baku langsung maupun bahan baku pembantu. Kemudian sekitar 5% akan digunakan untuk biaya penjualan dan pemasaran.
Lalu, sekitar 4,85 % akan digunakan untuk biaya perawatan dan biaya utilitas, dan sisanya akan digunakan untuk biaya keperluan kantor, terutama untuk pembelian dan penggantian peralatan elektronik serta penunjang lainnya yang diperlukan untuk mendukung aktivitas kantor Perseroan.
Adapun GOLF, berencana menggunakan sebanyak 87,53% dana IPO untuk setoran modal ke anak usaha, yakni PT New Kuta Golf and Ocean View (NKG) yang mengelola bisnis golf dan properti, termasuk luxury hotel di Bali.
Kemudian, sekitar 5,34% akan digunakan untuk setoran modal bagi anak usaha perseroan yang lain, yakni PT Sentul Golf Utama (SGU), dan 7,13% sisanya untuk membiayai kegiatan operasional perusahaan (operational expenditure/opex).

