Mirae Asset : Kinerja IHSG Semester I-2024 Kurang Menggembirakan
JAKARTA, Investortrust.id - Head of Research/Chief Economist PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia, Rully Arya Wisnubroto mengungkapkan, kinerja indeks harga saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia selama semester I-2024 kurang menggembirakan.
"Kondisi di Indonesia, IHSG kalau dibandingkan dengan beberapa pasar di negara-negara maju memang lebih tidak terlalu baik, minus sekitar 2%," kata Rully dalam sambutan acara Maintaining Growth: Indonesia's Economic Outlook Amidst Challenging Global Environment di Hotel Mulia, Jakarta, Rabu, (3/7/2024).
Lebih lanjut, Rully menilai, salah satu penyebabnya antara lain terjadinya aksi jual oleh investor asing pada bulan Mei dan Juli, termasuk pada saham-saham perbankan berkapitalisasi besar.
Baca Juga
"Padahal kalau kita lihat secara fundamental kondisi bank-bank terbesar di Indonesia termasuk BCA, Bank Mandiri, BRI, BNI masih cukup baik," sambung dia.
Dalam kesempatan tersebut Rully juga menyoroti berbagai indikator profitabilitas perbankan berkapitalisasi besar di bursa seperti kualitas aset, termasuk pertumbuhan kredit dan dana pihak ketiga (DPK), serta modal kursivitas, sejatinya masih sangat baik dan dalam kategori sehat. Sayangnya bank-bank tersebut menjadi sasaran aksi jual oleh para investor asing.
"BCA dan Mandiri masih terlalu mengalami pelemahan yang terlalu dalam. Dengan kredit, pertumbuhan kredit yang masih sangat tinggi di atas 12%, dan juga diikuti dengan pertumbuhan DPK juga yang mengalami kenaikan signifikan," ujar dia. Sehingga jika dilihat dari sisi likuiditas, kata Rully, sejatinya bank-bank tersebut masih memadai untuk mendorong pertumbuhan kredit ke depan. (CR-5)

