Sekuritas Asing Ini Patok Kenaikan Laba Bank Jago (ARTO) 49% pada Semeter II, Simak Ulasannya
JAKARTA, Investortrust.id– Performa keuangan PT Bank Jago Tbk (ARTO) diprediksi bertumbuh signifikan pada paruh kedua tahun 2023, dibandingkan realisasi paruh pertama. Hal ini didukung tuntasnya penguatan kualitas aset bersamaan dengan ekspansi yang gencar.
JPMorgan Sekuritas dalam riset yang diterbitkan belum lama ini menyebutkan bahwa pionir bank digital tersebut diprediksi mencapai tingkat profitabilitas yang lebih tinggi atau terbesar sepanjang masa pada semester II tahun ini.
Baca Juga
Bank Jago (ARTO) Manfaatkan Gopay Tabungan untuk Tingkatkan Likuiditas
“Dengan pendapatan non-bunga yang lebih besar dan CIR (Cost to Income Ratio) yang lebih rendah, kami memprediksi laba bersih perseroan bertumbuh 49% secara semesteran pada semester II-2023 dan pertumbuhan laba bersih tahunan 6x mencapai rekor tertinggi Rp 101 miliar,” Tulis JPMorgan dalam risetnya.
JP Morgan juga memberikan pandangan positif terhadap kemampuan ARTO mengelola kualitas asetnya. Perseroan dinilai mampu untuk mengelola risiko kualitas aset dan menurunkan rasio NPL menjadi 1,2% pada kuartal II-2023, dari 2,7% pada kuartal II-2022.
Di sisi lain, ARTO juga disebut telah membangun cakupan NPL (coverage) yang sehat sebesar 243%. Biaya kredit kotor sebesar 467bps disetahunkan pada kuartal II-2023, lebih rendah dibandingkan rata-rata 565bps pada 4 kuartal terakhir.
Baca Juga
Jago (ARTO) dan GoPay Siap Rilis Inovasi Baru, Diprediksi Jadi Titik Balik
“Bank secara efektif telah lulus stress test pertama dalam sejarah singkatnya, yang memungkinkan kita untuk menantikan model bisnis yang berkelanjutan. Dengan terkendalinya risiko kualitas aset, menurut pandangan kami, bank seharusnya berada pada posisi untuk menghasilkan pertumbuhan yang lebih cepat.” Tambah JPMorgan.
Ditopang Kemitraan
Tidak hanya itu, kemitraan ARTO dalam menyalurkan kredit juga tak luput diulas oleh JPMorgan. Kemitraan yang terdiversifikasi dengan GoTo, BFIN, Atome, Home Credit, dan Kredit Pintar, serta kemungkinan dimulainya pinjaman langsung, dinilai menawarkan jalur pertumbuhan yang jelas bagi ARTO dalam beberapa tahun ke depan.
Sedangkan kemitraan GoPay membantu ARTO karena bank menampung seluruh simpanan yang berasal dari GoPay. Proposisi nilai pembayaran ini memungkinkan ARTO menurunkan suku bunga simpanan.
Baca Juga
IHSG Dibuka Terkoreksi, Saham SWAT, MARI, dan NICL Justru Melesat
Dengan berbagai katalis di atas, ditambah dengan tren penurunan harga yang terjadi, JPMorgan melihat peluang momentum saat ini untuk membeli saham ARTO dan mematok target price di Rp 2.700.
Harga saham ARTO terus mencatatkan penurunan dalam satu bulan terakhir dan kini telah menembus ke bawah level psikologis Rp 2.000. Jika menggunakan target harga JPMorgan sebagai patokan harga wajarnya, maka terbuka potensi penguatan saham ARTO hingga 53%.
Baca Juga
Sekuritas Ini Pede Rekomendasikan Beli Saham GOTO, Simak Penjelasan Berikut
Kemarin, Rabu (18/10), Jago dan GOTO Finansial baru saja merilis fitur GoPay Tabungan by Jago. Integrasi pertama dompet digital dan bank ini diprediksi menjadi jalan pintas Jago dalam memperbanyak jumlah nasabah dan dana pihak ketiga. Kolaborasi ini juga menjadi pintu masuk bagi kedua untuk memperluas ekspansi di bisnis finansial.

