Dirut SMGR Borong Saham Rp 1 Miliar saat Harga Anjlok 42% secara Ytd
JAKARTA, investortrust.id – Direktur Utama (Dirut) PT Semen Inonesia Tbk (SMGR) Donny Arsal terpantau memborong sebanyak 268.000 lembar saham perusahaan semen yang dipimpinnya tersebut. Nilai transaksi mencapai Rp 1 miliar.
Sekretaris Perusahaan PT Semen Indonesia Tbk, Vita Mahreyni, mengatakan transaksi pembelian saham dilakukan Dirut Donny dengan empat kali transaksi di pasar saham pada tanggal 28 Juni 2024.
‘’Pembelian dilakukan dengan harga berbeda dengan empat kali transaksi,’’ urai Vita dikutip dari laporan keterbukaan informasi yang dikutip, Sabtu (29/06/2024).
Secara rinci empat transaksi pembelian Donny dilakukan pada harga Rp 3.720 per saham sebanyak 50.000 lembar, kemudian sebanyak 68.000 lembar dengan harga pelaksanaan Rp 3.730, berlanjut pada harga Rp 3.740 per saham sebanyak 100.000 lembar dan seharga Rp 3.760 per saham sebanyak 50.000 lembar saham.
Baca Juga
Saham Semen Terlalu Murah untuk Diabaikan, Intip Target Saham SMGR dan INTP Ini
Setelah transaksi pembelian ini, Donny tercatat mengempit sebanyak 956.800 lembar saham SMGR atau mewakili sebanyak 0,01417% dari total saham SMGR.
‘’Tujuan transaksi untuk investasi dengan status kepemilikan langsung oleh dirut,’’ ujar Vita.
Sebagai catatan, pada penutupan perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia, Jumat (28/6/2024), saham SMGR tercatat menguat sebesar 3,61% ke level 3.730.
Sedangkan secara year to date (ytd) tahun 2024, saham SMGR anjlok 42,39% dari level Rp 6.475 per saham pada tanggal 2 Januari 2024.
Berdasarkan riset Sucor Sekuritas menyebut saham emiten semen termasuk SMGR terlalu murah untuk diabaikan. Berdasarkan data dengan harga saham SMGR saat ini merefleksikan harga pabrik senilai US$ 38 per ton.
Baca Juga
Sinarmas AM Jadi MI Pertama Gaet AI, Return Bisa 20% Setahun
Angka tersebut dinilai jauh di bawah harga pembangunan pabrik semen baru dengan teknologi terkini dari China berkisar US$ 80 per ton.
Selain faktor tersebut, Sucor Sekuritas menyebutkan, visibilitas pendapatan SMGR menunjukkan tren peningkatan, seiring dengan penurunan intensitas perang harga. Peningkatan juga didukung perbaikan permintaan pasar dan posisi utang yang rendah.
“Kondisi ini dapat membuat margin tingkat keuntungan kedua perusahaan meningkat ke depan. Sebaliknya peluang kenaikan harga batu bara dan minyak bisa menjadi risiko terhadap keuntungan dua emiten ini,” tulis riset Sucor Sekuritas yang dipublish belum lama ini.
Berbagai faktor tersebut mendorong Sucor Sekuritas untuk mempertahankan pandangan positif terhadap emiten semen dengan rekomendasi beli saham SMGR pada target harga Rp 5.100.
Grafik Harga Saham SMGR secara Ytd:

