Harga Bitcoin Perlahan Naik di Tengah Ketidakpastian yang Masih Tinggi
JAKARTA, investortrust.id - Harga Bitcoin (BTC) akhirnya berhasil berbalik arah menguat atau rebound di atas US$ 61.000 usai naik sekitar 1% pada Jumat (28/6/2024) siang ini, setelah sebelumnya mengalami penurunan signifikan.
Sebelumnya, harga kripto utama ini sempat turun dari angka tertinggi sepanjang masa di US$ 71.000, mengalami penurunan hingga 16% dalam beberapa minggu terakhir. Penurunan ini dipicu oleh pengumuman kebijakan baru dari The Fed yang dinilai kurang mendukung investasi di aset berisiko seperti Bitcoin.
Trader Tokocrypto Fyqieh Fachrur menilai, kebijakan tersebut membuat investor khawatir, sehingga banyak yang menjual Bitcoin mereka. Selain itu, tekanan jual dari penambang Bitcoin turut memperburuk volatilitas pasar, ditambah dengan volume perdagangan yang rendah, membuat harga Bitcoin lebih sulit diprediksi.
Menjelang akhir pekan terakhir Juni ini, BTC berhasil rebound tipis. Arus masuk pasar ETF Bitcoin spot AS menghidupkan kembali permintaan terhadap BTC, karena investor menunggu angka inflasi AS yang penting. Sentimen investor terhadap penurunan suku bunga The Fed di bulan September tetap kuat, didukung oleh indikator ekonomi AS yang mendukung spekulasi tersebut.
Angka final PDB AS menunjukkan pertumbuhan ekonomi yang melambat dari 3,4% di kuartal IV 2023 menjadi 1,4% di kuartal I 2024. Selain itu, klaim pengangguran awal turun dari 239 ribu menjadi 233 ribu pada pekan yang berakhir 22 Juni, namun jumlah pengangguran yang diasuransikan mencapai level tertinggi sejak tahun 2021.
Baca Juga
Harga Bitcoin Melemah, Namun Memecoin dan Token AI Menguat. Sinyal Apa Bagi Pasar Kripto?
Investor meningkatkan taruhan pada pemangkasan suku bunga Fed pada bulan September sebagai respons terhadap data tersebut. Menurut CME FedWatch Tool, kemungkinan Fed mempertahankan suku bunga tetap stabil pada bulan September turun dari 37,7% menjadi 35,9% pada hari Kamis (27/6/2024).
"BTC bereaksi terhadap angka tersebut, naik ke level tertinggi sesi US$ 62.405 sebelum turun kembali di bawah level US$ 62.000. Meskipun terjadi arus masuk selama tiga hari berturut-turut, arus masuk tetap lemah. Angka inflasi AS yang akan diumumkan kemungkinan membuat investor bersikap hati-hati," kata Fyqieh.
Angka Indeks Harga PCE Inti AS yang lebih lemah dari perkiraan dapat memperkuat spekulasi penurunan suku bunga Fed pada bulan September. Jalur suku bunga Fed yang tidak terlalu dovish akan mendorong permintaan terhadap BTC dan pasar yang lebih luas.
Fyqieh menjelaskan, sentimen Crypto Fear & Greed Index menunjukkan peningkatan harian pada Jumat (28/6/2024) berada di kategori “Neutral” dengan 47 poin, meninggalkan posisi “Fear” di 40 poin sehari sebelumnya. Hal ini menunjukkan adanya pergeseran positif dalam persepsi pasar terhadap aset kripto, yang kemungkinan besar dipicu oleh berita positif tentang regulasi, adopsi teknologi blockchain oleh perusahaan besar, dan pergerakan harga Bitcoin yang stabil.
Baca Juga
Sentimen yang beralih dari fear ke neutral mencerminkan peningkatan kepercayaan investor yang mungkin akan mendorong aktivitas perdagangan dan investasi di pasar kripto. "Jika tren positif ini berlanjut, indeks tersebut bisa segera memasuki zona greed, menandakan optimisme yang lebih tinggi di kalangan investor," kata Fyqieh.
Bitcoin saat ini menunjukkan sinyal teknikal yang beragam. Meskipun BTC berada di bawah EMA (Exponential Moving Average) 50-day, yang mengindikasikan sinyal bearish jangka pendek, BTC tetap berada di atas EMA 200-day, menunjukkan sinyal bullish jangka panjang.
Jika BTC mampu bergerak di atas level resistensi US$ 64.000, ini dapat memicu kenaikan di EMA 50-day dan menandakan potensi pergerakan menuju level resistensi berikutnya di US$ 69.000. Namun, perhatian investor juga tertuju pada angka inflasi AS dan tren aliran ETF BTC spot yang akan diumumkan pada hari Jumat, yang dapat mempengaruhi sentimen pasar.
Di sisi lain, penurunan di bawah level support US$ 60.365 bisa mengindikasikan penurunan lebih lanjut ke EMA 200-day. Dengan RSI (Relative Strength Index) 14-Harian berada di 35,02, BTC mungkin akan menembus level dukungan US$60.365 sebelum memasuki wilayah oversold.
"Secara keseluruhan, investor perlu memperhatikan perkembangan ini dengan cermat, mengingat sinyal teknikal yang beragam dan ketidakpastian pasar yang masih tinggi," ungkap Fyqieh.

