Zipmex Indonesia Mau Tutup, Aspakrindo: Industri Kripto Baik-baik Saja
JAKARTA, investortrust.id - PT Zipmex Exchange Indonesia (Zipmex), platform investasi aset digital dalam proses penutupan operasional. Kepala Biro Pembinaan dan Pengembangan Perdagangan Berjangka Komoditi Bappebti Tirta Karma Sanjaya mengatakan, proses pengajuannya sudah berlangsung sejak 2 hingga 3 bulan terakhir. Oleh karena itu, Zipmex diminta untuk melakukan pengembalian dana kepada nasabah.
Merespons hal tersebut, Ketua Umum Asosiasi Pedagang Aset Kripto Indonesia (Aspakrindo) sekaligus Chief Compliance Officer (CCO) Reku Robby mengatakan, Aspakrindo-ABI telah mengikuti perkembangan terkini terkait rencana penutupan bisnis Zipmex di Indonesia. Asosiasi menghormati keputusan perusahaan tersebut dalam merespon dinamika yang terjadi.
“Kami berharap sepenuhnya untuk Zipmex menyelesaikan semua kewajibannya kepada para nasabah dengan transparan dan akuntabel,” ujarnya kepada investortrust.id, Rabu (26/6/2024).
Meski demikian, Robby meyakini bahwa proses penutupan Zipmex di Indonesia tidak berdampak signifikan terhadap perkembangan industri kripto di Indonesia. “Kami melihat masih terdapat potensi besar dan pertumbuhan dari sisi jumlah investor dan nilai transaksi. Industri kripto masih terus berkembang dan beradaptasi dengan berbagai kondisi pasar,” ungkap ia.
Baca Juga
Zipmex dalam Proses Penutupan, Jumlah Investor Kripto Turun Jadi 19,75 Juta per Mei
Asosiasi, sambungnya berkomitmen untuk terus mendukung pertumbuhan industri kripto di Indonesia secara bertanggung jawab dan berkelanjutan. Asosiasi juga akan terus bekerja sama dengan berbagai pemangku kepentingan untuk menciptakan ekosistem kripto yang aman dan transparan.
Wakil Ketua Umum Asosiasi Blockchain & Pedagang Aset Kripto Indonesia (Aspakrindo-ABI), Yudhono Rawis, menegaskan bahwa asosiasi akan terus mengawal proses penutupan bisnis salah satu CPFAK tersebut agar tetap mengutamakan keamanan dana nasabah. "Kami mendorong untuk menyelesaikan semua kewajibannya kepada para nasabah dengan transparan dan akuntabel," tambah Yudho yang juga CEO Tokocrypto.
Yudho juga yakin bahwa proses penutupan entitas CPFAK tersebut tidak akan berdampak signifikan terhadap perkembangan industri kripto di Indonesia. Menurutnya, potensi besar dan pertumbuhan dari sisi jumlah investor dan nilai transaksi masih terlihat jelas.
Industri kripto di Indonesia terus berkembang dan beradaptasi dengan berbagai kondisi pasar. Potensi pertumbuhan industri ini sangat besar, dengan semakin banyaknya inovasi teknologi blockchain dan minat yang tinggi dari masyarakat. Selain itu, regulasi yang lebih jelas dan dukungan dari pemerintah serta asosiasi terkait juga memberikan kontribusi positif terhadap perkembangan industri ini.
Diketahui, pengelolaan aset kripto akan dialihkan dari Bappebti ke OJK mulai Januari 2025. Hal ini sesuai dengan UU Nomor 4 Tahun 2023 tentang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan (UU PPSK). Ke depan, diharapkan inovasi-inovasi baru dapat dihadirkan sehingga
aset kripto dapat digunakan dan digemari oleh masyarakat secara luas.
Sementara menilik laman resminya, Zipmex disebutkan akan menonaktifkan layanan deposit dan perdagangan aset, kripto dan fiat. Pelanggan Zipmex disarankan untuk menarik aset (kripto dan fiat) dari dompet secara manual melalui layanan pelanggan kami yang dapat memakan waktu 7-14 hari kerja untuk diselesaikan setelah perusahaan menerima formulir penarikan dan dokumen yang diperlukan secara lengkap.
"Seluruh aset tetap aman dan terlindungi di platform Zipmex Indonesia dan dapat ditarik sesuai dengan hukum yang berlaku dan ketentuan layanan kami kapan saja," tulis keterangan Zipmex dalam laman resminya, 14 April 2024 lalu.
Baca Juga
Seluk-beluk Zipmex, Platform Perdagangan Kripto di Indonesia yang akan Ditutup
Dituliskan juga bahwa semua pengguna sangat dianjurkan untuk menarik aset (kripto dan fiat) sesegera mungkin. Adapun untuk penarikan, saat ini tidak ada batas waktu yang ditetapkan bagi pelanggan untuk menarik dana. "Namun, kami sangat menyarankan pelanggan menarik dana (kripto dan fiat) secepat mungkin. Untuk pengalaman yang lebih baik, silakan gunakan browser untuk mengakses platform," tulis keterangan resmi tersebut.
Tim dukungan pelanggan Zipmex menurutnya akan tersedia Senin – Minggu pukul 09:00 – 18:00 untuk membantu menjawab pertanyaan atau permasalahan apa pun selama proses transisi.
"Kami akan terus memberikan pembaruan dan informasi melalui saluran komunikasi resmi kami, termasuk email dan saluran media sosial kami. Harap ingat untuk hanya memercayai saluran resmi, dan waspada terhadap penipu. Kami tidak akan pernah mengirim DM Anda terlebih dahulu di Facebook, Telegram, Line, atau Whatsapp dan tidak akan pernah menghubungi Anda dari alamat email pribadi atau melalui platform perpesanan situs media sosial. Kami hanya menggunakan alamat email yang diakhiri dengan @zipmex.com; email dari alamat email lain bukan dari Zipmex Indonesia," tulisnya.
Sebagai informasi, Zipmex merupakan salah satu platform kripto yang beroperasi di empat negara yaitu Indonesia, Thailand, Singapura, dan Australia. Zipmex baru-baru ini menghadapi krisis besar yang juga berdampak signifikan di Indonesia.
Di negara lain, teranyar Menteri Keuangan Thailand mencabut izin usaha broker dan perdagangan aset digital Zipmex pada 10 Juni 2024 lalu. Keputusan tersebut berlaku efektif sejak 28 Mei dan memerintahkan crypto exchange Zipmex untuk menghentikan seluruh aktivitasnya di Thailand.

