Belum Ada Perubahan Pola Pergerakan, IHSG Cenderung Terkoreksi
JAKARTA, investortrust.id – Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI), Rabu (26/6/2024), masih bergerak dalam tren turun. Belum ada perubahan signifikan terhadap pola pergerakan dalam jangka pendek.
BRI Danareksa Sekuritas dalam riset yang dipublikasikan di Jakarta, hari ini, menyebutkan bahwa penguatan indeks beberapa hari lalu masih bersifat sementara, karena arah trend masih turun. Sedangkan resisten yang perlu diperhatikan 6.946 dan 7.000. Pemodal disarankan mewaspadai penurunan indeks lebih dalam, jika harga turun di bawah support 6.698.
Baca Juga
Persada Bangun (KONI) Bidik Pertumbuhan Pendapatan 5% Tahun 2024, Ini Strateginya
Meski demikian, pemodal masih memiliki kesempatan untuk meraup cuan dari peluang penguatan sejumlah saham. Di antaranya, saham MDKA direkomendasikan beli dengan target harga Rp 2.450-2.540 dan SMSM direkomendasikan beli dengan target harga Rp 1.890-1.970. Sebaliknya saham ICBP dan INCO direkomendasikan jual.
Pergerakan indeks juga dipengaruhi penurunan bursa Dow Jones sebanyak 0,76%. Sebaliknya indeks Nasdaq melambung 1,26% dan indeks S&P500 melesat sebanyak 0,39%.
Baca Juga
S&P 500 dan Nasdaq Menguat Didongkrak Nvidia, Dow Jones Anjlok
Kemarin, IHSG ditutup terkoreksi tipis 6,46 poin (0,09%) menjadi 6.882,70. IHSG bergerak dalam rentang 6.843,65-6.890,44 dengan nilai transaksi Rp 7,7 triliun. Pemodal asing merealisasikan pembelian bersih (net buy) saham senilai Rp 7,95 triliun di seluruh pasar, seiring adanya crossing saham PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) senilai Rp 8,09 triliun di pasar negosiasi.
Sedangkan transaksi pemodal asing di pasar regular justru mencatatkan penjualan bersih (net sell) senilai Rp 737,43 miliar. Net sell terbanyak melanda saham PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) Rp 431,35 miliar, PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) Rp 180,77 miliar, dan PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) Rp 68,72 miliar.
Grafik IHSG

