Meski Kupon Tinggi, Obligasi PTPP Tak Diminati Pasar
JAKARTA, investortrust.id – PT PP (Persero) Tbk (PTPP) memangkas target penerbitan Obligasi Berkelanjutan IV PTPP Tahun 2024 tahap I dari Rp 1,5 triliun menjadi Rp 434,62 miliar.
Padahal, kupon obligasi tersebut ditetapkan di level paling tinggi mencapai 10,25%, dibandingkan kupon indikatif awal berkisar 9-10,25% untuk tenor tiga tahun. Demikian nilai emisi dan kupon obligasi tersebut disampaikan dalam prospektus ringkas di Jakarta, Selasa (25/6/2024).
Baca Juga
Kontrak Baru PTPP Tumbuh 31,35%, Tembus Rp 8,9 Triliun hingga Mei 2024
PTPP sebelumnya meluncurkan Obligasi Berkelanjutan IV PTPP Tahun 2024 dengan total Rp 3 triliun. Perseroan awalnya menetapkan emisi obligasi akan dilaksanakan dalam dua tahap, tahap I awalnya ditargetkan Rp 1,5 triliun dalam dua seri dengan kupon seri A bertenor tiga tahun 9-10,25% dan seri B tenor 5 tahun dengan kupon 9,75-10,50%.
Dalam melaksanakan aksi korporasi ini, PTPP menunju lima perusahaan sekuritas sebagai Penjamin Pelaksana Emisi Efek (PPE) atau Joint Lead Underwriter (JLU), yaitu PT BNI Sekuritas, PT BRI Danareksa Sekuritas, PT Mandiri Sekuritas, PT Samuel Sekuritas Indonesia dan PT Trimegah Sekuritas Indonesia Tbk.
PTPP juga menunjuk 4 (empat) perusahaan sekuritas sebagai Penjamin Emisi Efek (PE), yaitu: PT Bahana Sekuritas, PT BCA Sekuritas, PT CIMB Niaga Sekuritas dan PT Korea Investment and Sekuritas Indonesia. Sedangkan untuk Profesi Penunjang lainnya PTPP menunjuk PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten Tbk (BJB) sebagai Wali Amanat.
Baca Juga
PTPP Optimistis Divestasi Saham Tol Semarang-Demak Rampung di 2024
Dana hasil penerbitan obligasi ini akan digunakan untuk melunasi utang obligasi jatuh tempo bernilai Rp 850 miliar dengan kupon 8,50% yang jatuh tempo pada 2 Juli 2024. Obligasi jatuh tempo yang bisa dibayarkan berkisar Rp 419,70 miliar dari hasil emisi obligasi ini.
Dengan demikian sisa utang oblgasi jatuh tempo sekitar Rp 419,70 miliar rencananya akan dilunasi dengan menggunakan dana kas internal.
Sebelumnya, Senior Vice President Corporate Secretary PTPP Bakhtiyar Efendi mengatakan, perseroan membukan kenaikan kontrak baru sebanyak 31,35% menjadi Rp 8,9 triliun hingga Mei 2024, dibandingkan periode sama tahun lalu Rp 6,7 triliun.
Adapun perolehan nilai kontrak tertinggi yaitu pada sektor Jalan dan Jembatan dengan presentase mencapai 55,06%, Sektor Gedung sebesar 39,30%, Pelabuhan sebesar 3,84%, Industri sebesar 1,09%, Oil & Gas sebesar 0,53% dan Power Plant sebesar 0,18%,’’ kata Bakhtiyar Efendi dalam keterangan resmi, Minggu (9/6/2024).
Grafik Saham PTPP

