BEI Akhirnya Suspensi Saham Emiten Termahal Ini
JAKARTA, investortrust.id – Bursa Efek Indonesia (BEI) akhirnya menghentikan sementara perdagangan saham emiten termahal ini, PT Dian Swastatika Senotsa Tbk (DSSA), menyusul lonjakan harga dalam beberapa pekan terakhir.
“Sehubungan dengan peningkatan harga kumulatif yang signifikan atas saham DSSA, BEI menghentikan sementara perdagangan saham DSSA. Suspensi bertujuan untuk cooling down sebagai bentuk perlindungan bagi investor,” tulis Kepala Divisi Pengawasan Transaksi BEI Yulianto Aji Sadono dan Kepala Divisi Pengaturan & Operasional Perdagangan BEI Pande Made Kusuma Ari A dalam penjelasan resminya di BEI, Kamis (20/6/2024).
Baca Juga
Dian Swastaika (DSSA) Melesat ARA hingga Jadi Emiten Market Cap Terbesar Sinarmas
Berdasarkan data perdagangan saham BEI, saham emiten yang dikendalikan Sinar Mas ini telah melesat dalam beberapa bulan terakhir. Bahkan, lompatan harga tersebut menjadikan kapitalisasi pasar (market cap) DSSA melesat menjadi Rp 184,80 triliun atau berada diurutan kesembilan menyalip PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) dan PT Astra International Tbk (ASII).
Pergerakan harga saham DSSA sepanjang tahun 2024 berjalan atau year to date (ytd) telah melesat dari Rp 80.000 menjadi Rp 240.000 atau terjadi penguatan sebanyak 200%. Sedangkan penguatan dalam satu tahun terakhir telah mencapai 543,43%.
Sebelumnya, manajemen DSSA telah mengumumkan rencana pemecahan nominal saham (stock split) dengan ratio 1:10. Nilai nominal saham yang dikendalikan Sinarmas ini akan dipecah dari Rp 250 menjadi Rp 25 per saham.
Baca Juga
Dian Swastatika (DSSA): Saham Termahal di BEI hingga Genggam Treasury Rp 32,90 Triliun
Stock split saham tersebut akan diwujudkan setelah mendapatkan restu pemegang saham melalui rapat umum pemegang saham luar biasa (RUPSLB) yang digelar pada 25 Juni 2024. Sedangkan perdagangan saham dengan nominal baru di pasar reguler dan pasar negosiasi ditargetkan mulai 18 Juli 2024.
Manajemen DSSA menambahkan bahwa stock split ini diharapkan meningkatkan minat investor untuk membeli saham perseroan, meingkatkan jumlah pemegang saham, meningkatkan likuiditas saham perseroan, dan mendukung pertumbuhan nilai perseroan ke depan.
Grafik DSSA

