Bitcoin Diyakini Kembali Jadi Aset Terbaik di Tahun Ini
JAKARTA, investortrust.id – Kripto papan atas Bitcoin (BTC) diyakini akan kembali menjadi salah satu aset terbaik di tahun 2024 ini. BTC tercatat telah menjadi salah satu aset terbaik di dunia sejak tahun 2013-2023.
Chief Marketing Officer (CMO) Tokocrypto Wan Iqbal mengatakan bahwa pemulihan Bitcoin merupakan momentum bagi investor untuk mengoptimalkan peluang dengan mulai mempertimbangkan instrumen investasi berisiko tinggi, seperti kripto.
Selain itu, iklim investasi kripto juga mendapat angin segar dari berbagai faktor lain. Adopsi institusional terhadap Bitcoin dan aset kripto lainnya terus meningkat, dengan beberapa perusahaan besar mulai mempertimbangkan kripto sebagai bagian dari portofolio investasi mereka. Hal ini menunjukkan kepercayaan yang semakin kuat terhadap potensi jangka panjang aset digital.
"Adopsi kripto yang semakin luas dengan munculnya ETF kripto diberbagai negara telah membuka peluang baru bagi investor untuk berinvestasi di kripto dengan cara yang lebih mudah dan aman. Hal ini meningkatkan kredibilitas industri kripto dengan menunjukkan bahwa kripto diterima oleh lembaga keuangan arus utama," kata Iqbal di Jakarta, Kamis (13/6/2024).
Baca Juga
Perlambatan Inflasi AS Pacu Sentimen Investor, Harga Kripto Berbalik Menguat
Ia mengatakan, peluang BTC masih akan bagus setidaknya hingga tahun depan, mengingat April lalu baru terjadi Bitcoin halving. Halving adalah peristiwa ketika imbal hasil untuk menambang transaksi Bitcoin dipotong setengahnya atau 50% yang mana terjadi setiap empat tahun sekali.
“Peluang pertumbuhannya tahun ini bagus, tahunnya Bitcoin halving. Sesuai hukum ekonomi, biasanya harganya naik karena keterbatasan pasokan dari jumlah Bitcoin dari sebanyak-banyaknya 21 juta,” kata Iqbal.
Adapun pergerakan harga Bitcoin kembali mendekati level US$ 70.000 atau sekitar Rp 1,13 miliar (kurs Rp 16.242). BTC menyambut baik angka inflasi Amerika Serikat pada bulan Mei 2024 yang melemah. BTC sempat melonjak menjadi US$ 69.400, naik hampir 4% selama sepekan terakhir.
Kenaikan BTC terjadi setelah angka inflasi AS yang turun memunculkan ekspektasi penurunan suku bunga oleh The Fed dalam waktu dekat. Pada pertemuan bulan Juni, The Fed telah memutuskan pertahankan suku bunganya, ini merupakan sebuah langkah yang memberikan pengaruh penting pada harga BTC.
Baca Juga
Mitigasi Potensi Penyalahgunaan, Zimbabwe akan Atur Regulasi Kripto
Selain itu, The Fed memutuskan untuk mempertahankan suku bunga antara 5,25%–5,50%. Hal ini bertentangan dengan proyeksi bahwa The Fed mungkin akan mengikuti jejak bank sentral G7 lainnya yang memangkas suku bunga sebesar 25 basis poin.
Meski begitu, harapannya adalah pengumuman Federal Reserve akan membantu meningkatkan momentum bullish BTC untuk membantunya menguji ulang level resistensi di US$ 70.000.

