Potensi Pertumbuhan Mark Dynamics (MARK) Terbuka, Bagaimana Sahamnya?
JAKARTA, investortrust.id – PT Mark Dynamics Indonesia Tbk (MARK) memiliki potensi pertumbuhan kinerja keuangan kuat tahun ini didukung lompatan kinerja hingga kuartal I-2024. Pertumbuhan juga didukung rata-rata pertumbuhan permintaan cetakan sarung tangan global.
MARK merupakan produsen cetakan sarung tangan terkemuka dari Indonesia. Perusahaan yang berbasis di Medan ini menguasai 36% pangsa pasar cetakan sarung tangan global. Saat ini, perseroan memiliki kapasitas produksi sebanyak 2 juta unit unit cetakan per bulan.
Baca Juga
MARK membukukan lompatan pendapatan sebanyak 63% menjadi Rp 212 miliar hingga kuartal I-2024, dibandingkan periode sama tahun lalu Rp 130 miliar. Laba bersih juga melesat 137% menjadi Rp 72 miliar hingga Maret 2024.
Analis NH Korindo Sekuritas Richard Jonathan Halim menyebutkan bahwa industry sarung tangan karet memang mengalami pasang surut dalam beberapa tahun terakhir, tetapi jangka panjang tetap positif. Diproyeksikan pertumbuhan rata-rata pasar sarung tangan global 2024-2030 mencapai 8,4$ per tahun.
Pertumbuhan tersebut didorong, peningkatan kesadaran kesehatan masyarakat yang berimbas positif terhadap permintaan sarung tangan, adanya mandatori penggunaan sarung tangan di beberapa negara untuk industry tertentu, ekspansi sarung tangan karet ke negara-negara berkembang.
Selain permintaan global, NHK Sekuritas menyebutkan, pertumbuhan kinerja keuangan MARK didukung atas peningkatan utilitas pabrik. Tahun ini, sebanyak 1-1,1 juta cetak optimistis diproduksi dari dua pabrik miliknya.
Baca Juga
“Kami juga memperkirakan kenaikan harga jual cetakan sarung tangan perseroan tahun ini didukung pasar sarung tangan global kembali ke kondisi normal setelah sempat drop usai pandemi Covid-19,” tulis riset tersebut.
MARK, terang NHK Sekuritas, tercatat sebagai emiten dengan struktur permodalan kuat. Hingga 2023, mayorita aset perseroan mencapai 88,3% berasal dari ekuitas dan sisanya hanya 11,7% dari liabilitis. Net debt dalam empat tahun terakhir berhasil diturunkan.
Berdasarkan data perseroan, total utang bersih perseroan tahun 2023 mencapai Rp 57,4 miliar atau turun 64,7% dari total net debt tahun 2022 senilai Rp 162,6 miliar. Penurunan tersebut diikuti dengan kenaikan ekutias menjadi Rp 840 miliar, dibandingkan tahun 2020 mencapai Rp 409,4 miliar. Hal ini menjadikan net debt to equaty ratio turun menjadi 6,8%.
Sejumlah faktor tersebut mendorong NH Korindo sekuritas untuk mempertahankan overweight saham MARK dengan target harga Rp 1.010 per saham. Target tersebut merefleksikan perkriaan PE sekitar 20,8 kali.
Target tersebut juga mempertimbangkan potensi kenaikan laba bersih perseroan menjadi Rp 186 miliar tahun ini, dibandingkan raihan tahun lalu Rp 156 miliar. Pendapatan perseroan jgua diharapkan meningkat dari Rp 559 miliar menjadi Rp 636 miliar.
Grafik Saham MARK

