Saham Teranjlok Pekan Ini, Ada Emiten BUMN Ini
JAKARTA, investortrust.id – BUMN Farmasi ini tercatat sebagai saham emiten paling buntung pekan ini, penurunan tersebut sejalan dengan koreksi indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) periode 3-7 Juni 2024 sebanyak 1% ke level terendah baru year to date (ytd) 2024 level 6.897,75.
Berdasarkan data BEI, penurunan paling dalam melanda anak usaha BUMN Farmasi ini, PT Phapros Tbk (PEHA) dengan koreksi harga pekan ini mencapai 28,96% menjadi Rp 314. Induk Phahros, PT Kimi Farma Tbk (KAEF), juga anjlok dalam mencapai 18,49% menjadi Rp 595 per saham.
Baca Juga
Papan Pemantauan Khusus BEI Hancurkan Harga 10 Saham Ini, Ada Emiten Hary Tanoe hingga Sinar Mas
Penurunan lainnya dicatatkan PT Atlas Subsea Indonesia Tbk (ATLA) dengan koreksi 21,88% dari Rp 64 menjadi Rp 50, PT Harum Energy Tbk (HRUM) jatuh 20,36% menjadi Rp 1.115, PT Bhakti Multi Artha Tbk (BHAT) merosot 18,50% menjadi Rp 326.
Meski demikian, ternyata masih ada saham dengan torehan penguatan mencengangkan pekan ini. Di antaranya, saham saham PT Asia Sejahtera Mina Tbk (AGAR) dengan penguatan mencapai 183,33% dari Rp 132 menjadi Rp 374. Saham PT Panca Global Kapital Tbk (PEGE) menguat 32,61% menjadi Rp 122, PT Soho Global Health Tbk (SOHO) menguat 20% menjadi Rp 690, PT Indocement Tunggal Parkasa Tbk (INTP) naik 18,92% menjadi Rp 7.700, dan PT Petrosea Tbk (PTRO) menguat 18,15% menjadi Rp 7.975.
Baca Juga
Transaksi Riyal di BSI (BRIS) Naik 57,18% Pada Musim Haji 2024
Adapun pemicu utama pelemahan IHSG pekan dipicu atas kejatuhan mayoritas saham emiten yang dikendalikan Prajogo Pangestu. Penurunan indeks tersebut melanjutkan koreksi serupa pada pekan lalu dengan kejatuhan dalam mencapai 3,48% dari 7.222,38 menjadi 6.970,73. BEI juga mencatatkan penjualan bersih (net sell) saham senilai Rp 2,34 triliun pekan ini atau melanjutkan net sell pekan sebelumnya.

