Apakah Bitcoin akan Sentuh Rekor Tertinggi Baru Sebentar Lagi?
JAKARTA, investortrust.id - Candle merah hampir tidak terlihat di perdagangan Rabu (5/6/2024) hari ini. Mengutip riset Luno terbaru, harga Bitcoin telah naik lebih dari 3% dalam satu hari terakhir, dan kini dipertukarkan di kisaran US$ 71.180 atau setara Rp 1,16 miliar.
Beberapa analis menyoroti angka US$ 72.000 atau sekitar Rp1,17 miliar akan menjadi angka penting yang bisa memicu squeeze singkat, yang berpotensi mendorong investor yang bertaruh melawan Bitcoin untuk melakukan buyback dengan harga lebih tinggi, sehingga mendorong harga ke atas.
Ethereum juga berada di area positif, dan dipertukarkan di kisaran US$ 3.800, sekitar Rp 62 juta. Semua aset kripto di platform Luno mengalami kenaikan hari ini, dengan Solana (+4%) dan Uniswap (+17%) yang mencatatkan kenaikan yang signifikan.
Baca Juga
Harga Bitcoin Diramal Tembus Rp 1,2 Miliar di Bulan Ini, Berikut Pendorongnya
Indeks Fear and Greed terus melaju ke zona “Greed”, dan ETF Bitcoin di AS mengalami aliran masuk terbesar kedua sejak peluncurannya di bulan Januari. Apakah Bitcoin akan mencapai harga tertingginya pada pekan ini?
Total kapitalisasi pasar kripto mencapai US$ 2,64 triliun atau sekitar Rp 43,02 ribu triliun atau bertumbuh 3,24%. Kinerja Bitcoin kemarin misalnya untuk harga harian tertinggi ada di US$ 71.034 sekitar Rp 1,16 miliar dan terendah di US$ 68.564, sekitar Rp 1,12 miliar.
Kapitalisasi pasar Bitcoin ada di US$ 1,4 triliun, sekitar Rp 22,8 ribu triliun atau minus 0,46%. Volume Bitcoin sebanyak US$ 37,2 miliar, sekitar Rp 606 triliun atau minus 6,96%.
Indeks Fear and Greed ada di level 65 (Greed). Indeks Fear and Greed mengukur volatilitas, momentum/volume pasar, media sosial, survei, dominasi, dan tren pencarian Google untuk mengetahui sentimen pasar.
Baca Juga
Thailand Setujui ETF Bitcoin Spot, Tokocrypto: Jadi Sinyal Positif bagi Indonesia
Di mana relative strength index (RSI/Indeks Kekuatan Relatif) di 50,14. Nilai di atas 70 menandakan bahwa suatu aset dibeli secara berlebihan (overbought) dan kemungkinan besar akan mengalami tren kebalikan atau koreksi harga, angka di bawah 30 menandakan bahwa suatu aset dijual secara berlebihan (oversold) atau dalam kondisi dinilai di bawah nilai normalnya (undervalued).
Sebagai informasi, Spot ETF Bitcoin baru saja mencatatkan aliran dana masuk terbesar kedua sejak peluncurannya di bulan Januari, di mana 11 ETF AS mendapatkan aliran masuk sebesar US$ 880 juta (sekitar Rp14,3 triliun).
Harga Bitcoin naik lebih dari 3% dalam 24 jam terakhir, dan para analis menetapkan angka US$ 72.000, sekitar Rp1,17 miliar sebagai level kritikal.

