Dorong Peningkatan Jumlah Investor Pasar Modal, Ini Upaya KSEI
JAKARTA, investortrust.id – PT Kustodian Sentral Efek (KSEI) menargetkan pertumbuhan jumlah investor naik 19,57% (yoy) pada 2024 menjadi 14,5 juta single investor identification (SID). Demi mencapai hal ini, KSEI telah menyiapkan sejumlah program strategis untuk pengembangan infrastruktur.
Tiga datri beberapa program strategis yang telah dirumuskan, siap diimplementasikan mulai kuartal I-2024. Rencana strategis KSEI pertama yang akan diimplementasikan tahun depan adalah platform administrasi prinsip mengenal nasabah (know your customer/KYC).
KSEI telah mengembangkan platform untuk layanan administrasi prinsip mengenali nasabah (LAPMN) yang diberi nama CORES.KSEI (centralized investor data management system).
Pengembangan platform LAPMN mengacu pada Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) Nomor 15 Tahun 2023 Tentang Penyelenggaraan Layanan Administrasi Prinsip Mengenali Nasabah (LAPMN) yang diterbitkan 8 Agustus 2023.
Baca Juga
Pertumbuhan Jumlah Investor Melambat, Ini Jawaban Dirut KSEI
Dengan CORES.KSEI, pemakai jasa dan investor pasar modal dapat menggunakan platform terpusat untuk digitalisasi data dan dokumen KYC nasabah. Dengan begitu, dapat dilakukan pembagian data KYC pada proses pembukaan rekening berikutnya agar lebih efisien dan tidak diperlukan proses berulang.
“KSEI berharap platform CORES.KSEI dapat mendukung akselerasi pendalaman pasar melalui kemudahan proses consumer due diligence di sisi penyedia jasa keuangan dan nasabah. Sehingga jumlah investor di pasar modal dapat tumbuh lebih cepat melalui platform yang berbasis elektronik dan fintech,” papar Direktur Pengembangan Infrastruktur dan Manajemen Informasi Dharma Setyadi baru-baru ini.
Dharma juga mengeklaim, pihaknya telah siap merealisasikan pengembangan alternatif penyimpanan dana nasabah pada sub rekening efek (SRE) dan investor fund unit account (IFUA).
SRE maupun IFUA merupakan rekening yang digunakan untuk proses transaksi di pasar modal, yaitu SRE untuk instrumen efek bersifat ekuitas dan efek bersifat utang, serta IFUA untuk instrumen reksa dana.
Baca Juga
Pemanfaatan SRE dan IFUA sebagai alternatif penyimpanan dana nasabah pasar modal ini bertujuan memudahkan investor, khususnya investor individu. Mulai dari pembukaan rekening investasi, saat melakukan transaksi, hingga penyelesaian transaksi.
SRE dan IFUA sebagai alternatif penyimpanan dana nasabah dapat menjadi pilihan bagi investor untuk menyimpan dana yang digunakan untuk transaksi di pasar modal, selain rekening dana nasabah (RDN) yang saat ini diterapkan.
Selain tiga rencana strategis yang siap implementasi tahun mendatang, KSEI memiliki beberapa rencana strategis lain. Di antaranya, perluasan Sistem Multi Investasi Terpadu (S-MULTIVEST) dan perluasan fitur eASY.KSEI. Perluasan S-MULTIVEST dilakukan agar dapat digunakan untuk industri asuransi dan dana pensiun.
Sebelumnya, S-MULTIVEST yang merupakan pengembangan sistem S-INVEST, telah diluncurkan 2020 untuk mendukung implementasi program pemerintah yaitu Tabungan Perumahan Rakyat (TAPERA). S-MULTIVEST untuk industri asuransi dan dana pensiun diharapkan sudah dapat terealisasi mulai 2024.
Baca Juga
KSEI Catat Total Aset Saham di Sistem C-BEST Tembus Rp 7.120 Triliun
Untuk memperluas fungsi eASY.KSEI, yang merupakan platform untuk Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) daring, KSEI tengah menambahkan fitur baru untuk mendukung penyelenggaraan RUPS daring jenis efek lainnya.
Sebelumnya, KSEI telah meluncurkan EASY.KSEI sejak 2020 yang dapat digunakan untuk penyelenggaran RUPS daring efek bersifat ekuitas.
Pengembangan eASY.KSEI dilakukan KSEI untuk mendukung penggunaan platform tersebut dalam penatausahaan dan penyelenggaran RUPS daring untuk efek bersifat utang, efek obligasi syariah, dan unit penyertaan. Pengembangan ini merupakan program multi-years yang ditargetkan terealisasi mulai 2024. (CR-10)
Baca Juga
KSEI – VSDC Vietnam Resmikan Kerja Sama, Ini Poin Penting yang Disepakati

