Usai Diterapkan FCA, Saham Emiten Prajogo dan Hary Tanoe Ini Babak Belur
JAKARTA, investortrust.id – Saham PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) telah anjlok sebanyak 29,33% dalam empat hari transaksi di Bursa Efek Indonesia (BEI). Kejatuhan terjadi setelah saham ini masuk papan saham pemantauan khusus dengan penerapan mekanisme perdagangan full call auction (FCA).
Berdasarkan data saham emiten yang dikendalikan Prajogo Pangestu (BREN) ini telah anjlok dari level Rp 11.250 menjadi Rp 7.950 selama empat hari setelah masuk daftar saham pemantauan khusus. Volume dan nilai transaksi saham BREN juga turun drastic setelah masuk papan pemantauan khusus tersebut.
Baca Juga
Saham BREN ARB Dua Hari, Kekayaan Prajogo Pangestu Menguap lebih dari US$ 10 Miliar
Kebijakan FCA yang mendapatkan sorotan negative dari investor ini disebut-sebut sebagai faktor pemicu utama kejatuhan saham emiten yang sempat memuncaki kapitalisasi pasar (market cap) di BEI. FCA membuat kapitalisasi pasar BREN tergerus Rp 441 triliun dari Rp 1.505 triliun menjadi Rp 1.064 triliun dalam empat hari transaksi.
Penurunan tersebut menjadikan posisi BREN sebagai emiten dengan kapitalisasi pasar terbesar lengser menjadi urutan ke dua. Sedangkan posisi teratas kembali direbut PT Bank Central Asia Tbk (BBCA).
Baca Juga
Skema 'Full Call Auction' Dikecam Investor, Ini Kata Sekuritas dan Analis
Ternyata kebijakan FCA tak hanya memukul pergerakan saham BREN. Harga sejumlah saham lainnya pun tergerus setelah dimasukkan dalam papan pemantauan khusus dengan mekanisme perdagangan FCA, seperti saham PT Ladangbaja Murni Tbk (LABA) anjlok hingga auto reject bawah (ARB) dalam empat hari transaksi terakhir.
Grup MNC
Pukulan telak atas penerapan mekanisme perdagangan secara full call auction (FCA) juga melanda sejumlah saham emiten grup MNC yang dikendalikan Hary Tanoesoedibjo.
Empat dari 10 saham emiten grup ini baru saja dimasukkan oleh Bursa Efek Indonesia (BEI) dalam papan pemantauan khusus dengan mekanisme perdagangan FCA. Masuknya saham-saham tersebut dalam pemantauan khusus, karena harga saham empat emiten tersebut berada di bawah level Rp 51 dalam tiga bulan terakhir.
Saham PT MNC Asia Holdings Tbk (BHIT) langsung tergerus dari level Rp 50 menjadi Rp 41 hanya dalam dua hari transaksi setelah masuk papan pemantuan khusus. Kondisi serupa melanda saham PT MNC Vision Networks Tbk (IPTV) anjlok dari harga Rp 50 menjadi Rp 41 dalam dua hari transaksi.
Baca Juga
Jadi Korban Usai Masuk Papan Pemantauan Khusus, Manajemen MNC Asia (BHIT) Ungkap Fakta Ini
Saham emiten Hary Tanoesoedibjo lainnya yang anjlok setelah masuk FCA adalah saham PT MNC Energy Investments TBk (IATA) merosot dari Rp 50 menjadi Rp 41 dalam dua hari transaksi. Kondisi serupa juga melanda Kondisi serupa melanda saham PT MNC Kapital Indonesia Tbk (BCAP) terpental dari Rp 50 menjadi Rp 41 dalam dua hari transaksi.
Saham emiten Hary Tanoe lainnya yang berpotensi masuk papan pemantauan khusus PT MNC Land Tbk (KPIG) setelah harganya tergerus menjadi Rp 50 pada penutupan perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI).
Grafik Saham

