OPEC+ Sepakat Lanjutkan Pemangkasan, Simak Proyeksi Harga Minyak
JAKARTA, investortrust.id - Mengawali pembukaan pekan, Senin (3/6/2024) pagi ini, harga minyak terpantau bergerak menguat didukung oleh sentimen dari kesepakatan OPEC+ untuk memperpanjang pemangkasan produksinya hingga tahun depan. Selain itu, data positif ekonomi Tiongkok juga turut memberikan dukungan lebih lanjut pada harga minyak.
Dalam pertemuan yang berlangsung secara online pada hari Minggu (2/6/2024), kelompok aliansi OPEC dan sekutunya menyepakati pemangkasan output sebesar 3,6 juta bph yang akan berakhir pada akhir tahun 2024, diperpanjang hingga akhir tahun 2025. Serta pemangkasan sukarela yang dilakukan oleh delapan anggota sebesar 2,2 juta bph yang akan berakhir pada akhir Juni 2024, juga diperpanjang hingga akhir September 2024.
Selain itu, OPEC+ juga berencana mengurangi pemangkasan sukarela tersebut secara bertahap mulai dari bulan Oktober 2024 hingga September 2025. Kelompok aliansi itu dijadwalkan akan bertemu kembali pada 1 Desember 2024.
Baca Juga
Sentimen positif lainnya datang dari rilisnya data ekonomi terbaru Tiongkok yang menunjukkan bahwa aktivitas menufaktur bulan Mei tumbuh pada laju tercepat dalam dua tahun terakhir, ungkap hasil survei PMI Caixin dari S&P Global pada hari Senin. Data tersebut meningkatkan harapan pemulihan ekonomi di negara importir minyak terbesar pertama dunia itu, menyusul sebelumnya pada pekan lalu Dana Moneter Internasional (IMF) menaikkan perkiraan pertumbuhan ekonomi China pada tahun 2024 menjadi 5% dari perkiraan sebelumnya sebesar 4,6%.
Sementara itu, data indeks harga PCE bulan April yang dirilis pada hari Jumat naik sebesar 2,7% secara tahunan, namun tidak berubah dibanding bulan Maret, ungkap Biro Analisis Ekonomi Departemen Perdagangan AS. Indeks harga PCE sendiri menjadi salah satu indikator yang dijadikan sebagai tolak ukur inflasi oleh bank sentral AS. Data tersebut memicu sinyal beragam akan keputusan pemangkasan suku bunga yang dilakukan oleh The Fed tahun ini.
Baca Juga
Stok Bensin Berlimpah, Harga Minyak Mentah AS Anjlok Lebih dari 1%
Dari Timur Tengah dilaporkan bahwa Menteri Pertahanan Israel, Yoav Gallant, pada hari Minggu mengatakan bahwa Israel sedang mempertimbangkan pemerintahan alternatif lain di Gaza selain Hamas. Meski belum ada indikasi bahwa Hamas akan mundur atau melucuti senjata secara sukarela, namun usulan pemerintahan alternatif tersebut mengisyaratkan potensi berakhirnya konflik di jalur Gaza.
Melihat dari sudut pandang teknis, menurut riset ICDX, Senin (3/6/2024) harga minyak berpotensi menemui posisi resistance terdekat di level US$ 80 per barel. "Namun, apabila menemui katalis negatif maka harga berpotensi turun ke support terdekat di level US$ 75 per barel," tulis riset.

