Hari Ini, Mandiri Sekuritas Jagokan ADRO dan BIRD
JAKARTA, investortrust.id – Mandiri Sekuritas menjagokan saham PT Adaro Energy Indonesia Tbk (ADRO) dan PT Blue Bird Tbk (BIRD) pada perdagangan saham Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (3/6/2024).
Mandiri Sekuritas merekomendasikan beli saham ADRO dengan target harga Rp 2.850 dan rekomendasi beli saham BIRD dengan target harga Rp 1.600. Meskipun, indeks harga saham gabungan (IHSG) BEI hari ini diperkirakan lanjutkan bearish.
Baca Juga
Jadi Korban Usai Masuk Papan Pemantauan Khusus, Manajemen MNC Asia (BHIT) Ungkap Fakta Ini
Secara teknikal, Mandiri Sekuritas menyebutkan, IHSG tengah berada dalam kondisi bearish dalam jangka pendek dengan rentang pergerakan 6.880-7.050. Hal ini setelah IHSG breakdown SMA 200 D.
Sepanjang pekan lalu, IHSG tercatat sebagai bursa saham dengan penurunan terdalam nomor dua di Asean dan di antara bursa-bursa saham di Asia Pacific. Pemodal asing juga mencatatkan penjualan bersih (net sell) saham sepekan ini mencapai Rp 4,81 triliun.
Baca Juga
IHSG Berpotensi Rebound, RHB Sekuritas Jagokan BBCA, TLKM, BUMI dan ARTO
Angka tersebut lebih besar dari realisasi pekan sebelumnya hanya Rp 1,39 triliun. Berlanjutnya aksi jual investor asing tersebut menjadikan total net sell saham year to date (ytd) meningkat menjadi Rp 6,25 triliun.
Sejumlah saham emiten kapitalisasi pasar besar yang anjlok pekan lalu adalah saham PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) dengan sumbangan terhadap penurunan indeks mencapai 117,39 poin, saham PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) dengan kontribusi terhadap penurunan IHSG sebanyak 59,34 poin, saham PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) mencapai 34,34 poin, dan saham PT Astra International Tbk (ASII) menyumbang 26,29 poin terhadap pelemahan IHSG.
Sedangkan beberapa saham penopang utama indeks pekan ini adalah PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) dengan kontribusi 112,62 poin, PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) 13,08 poin, PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) sebanyak 6,55 poin, dan PT Bank Mega Tbk (MEGA) 4,24 poin.
Dari sisi sektor saham, sektor infrastruktur anjlok mencapai 7,07% dalam sepekan utama diseret saham BREN setelah auto reject bawah (ARB) dalam tiga hari perdagangan. Disusul sektor industry turun 4,56%, sektor kesehatan turun 4,12%, sektor keuangan 1,28%, sektor consumer non primer turun 2,56%. Sebaliknya hanya saham sektor energi yang berhasil naik mencapai 0,61%.

