IHSG Diprediksi Rebound, Saham Bank Jumbo Diramal Cuan Pekan Ini
JAKARTA, investortrust.id – Berderet sentimen positif diharapkan bisa mengawal pergerakan pasar saham sepekan ke depan, periode 3 Juni hingga 7 Juni 2024.
Seiring optimisme munculnya sentimen positif sakal global, Tim Riset PT Phintraco Sekuritas meramal Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berpeluang menjaga posisinya di atas critical support level dan level psikologis 7.000.
"Sepekan ke depan, kami menargetkan IHSG bisa menggapai target resistance 7.150, dengan titik pivot level 7.075 dan support level 7.000,’’ ulas Tim Riset PT Phintraco Sekuritas dikutip dari riset mingguannya, (2/6/2024).
Terkait ramalan IHSG tersebut, sejumlah saham diprediksi akan rebound, yaitu saham PT Ace Hardware Tbk (ACES), PT MAP Aktif Adiperkasa Tbk (MAPA), PT Summarecon Agung Tbk (SMRA), PT Adi Sarana Armada Tbk (ASSA), dan PT Trimegah Bangun Persada Tbk (NCKL).
Baca Juga
Top 10 Broker Sepakan, UBS Sekuritas Teratas dengan Nilai Transaksi Rp 16,94 Triliun
‘’Peluang rebound juga ada pada saham-saham bank, khususnya bank berkapitalisasi besar,’’ ulasnya.
Sebagai catatan, pada Jumat akhir pekan lalu, Dow Jones Industrial Average (DJIA) catatkan penguatan harian tertinggi sepanjang 2024. Penguatan ini salah satunya dipicu oleh realisasi Personal Core Expenditure sebesar 2,7% year on year di April 2024, sejalan dengan ekspektasi pasar.
‘’Menarik untuk dicermati, data tersebut merubah ekspektasi pasar terhadap timeframe pemangkasan suku bunga the Fed. Peluang pemangkasan di September 2024 kembali lebih tinggi (47%) dari peluang ditahan (45,2%) berdasarkan jajak pendapat terbaru oleh CME FedWatch Tools,’’ ujarnya.
Baca Juga
PLN Catat Realisasi TKDN Infrastruktur Kelistrikan di IKN Capai 67,29%
Sementara data manufaktur Mei di Amerika Serikat (AS), Tiongkok, hingga Indonesia dijadwalkan rilis pada pekan ini. Tingkat pengangguran AS dan Jerman juga dijadwalkan rilis pada pekan ini. Sedangkan Indonesia dijadwalkan merilis data inflasi Mei 2024 yang diperkirakan turun 6 bps mom ke level 2,94% yoy.
Salah satu data ekonomi yang paling diantisipasi pasar adalah hasil pertemuan ECB (6/6). ECB diperkirakan memangkas suku bunga acuan sebesar 25 bps ke level 4,25% dalam pertemuan tersebut.
“Antisipasi dan respons terhadap kebijakan moneter ECB ini berpotensi meredam tekanan pada nilai tukar Rupiah sehingga akan memicu rebound untuk IHSG,’’ urainya.
Grafik IHSG secara Ytd:

