Dibagikan 12 Juni, Mitratel (MTEL) Tetapkan Dividen Rp 1,5 Triliun
JAKARTA, investortrust.id – PT Dayamitra Telekomunikasi Tbk (MTEL) atau (Mitratel) menetapkan dividen tahun buku 2023 senilai Rp 1,4 triliun atau setara dengan Rp 17 per saham. Angka tersebut merefleksikan rasio dividen 70% dari raihan laba bersih tahun lalu sebanyak Rp 2,01 triliun.
Perseroan juga menetapkan dividen spesial sebesar Rp 100,5 miliar atau setara 5% dari laba bersih, sehingga total rasio dividen tahun buku 2023 mencapai 75%. Demikian keputusan rapat umum pemegang saham tahunan (RUPST) MTEL yang digelar di Jakarta, Jumat (31/5/2024).
Baca Juga
Mitratel (MTEL) Tumbuh Solid, Tiga Sekuritas Ini Pertahankan Rekomendasi ‘Buy’
Direktur Utama Mitratel Theodorus Ardi Hartoko mengatakan, RUPST menyetujui pembagian dividen tunai tahun buku 2023 sebesar Rp 1,4 triliun dan dividen spesial sebesar Rp 100,5 miliar, sehingga total rasio dividen mencapai 75% dari perolehan laba bersih tahun lalu.
Dia melanjutkan, investor yang berhak mendapatkan dividen dividen tunai dan spesial adalah para pemegang saham yang namanya tercatat dalam daftar pemegang saham per 12 Juni 2024. Dividen tunai dan dividen spesial akan dibayarkan secara sekaligus selambat lambatnya pada 3 Juli 2024
Penetapan besaran dividen tersebut, terang dia, telah mempertimbangkan rencana ekspansi dan tantangan bisnis ke depan. Terutama mendukung peran MTEL sebagai ujung tombak pemerintah dalam pemerataan akses telekomunikasi di seluruh Indonesia.
Baca Juga
Laba Mitratel (MTEL) Tumbuh Jadi Rp 521 Miliar, Manajemen Ungkap Pendorongnya
“Kami tidak sekedar menjaga pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan dan meningkatkan profitabilitas, juga berkontribusi dalam pemerataan akses telekomunikasi. Maka itu, kami mesti menyiapkan belanja modal yang cukup untuk mendukung agenda besar tersebut,” kata Theodorus Ardi Hartoko pada public expose di Jakarta, Jumat (31/5/2024).
Sedangkan sisa laba bersih tahun lalu senilai Rp 462 miliar ditetapkan sebagai laba ditahan. Perseroan juga mengalokasikan dana cadangan senilai Rp 40 miliar.
Tahun lalu, MTEL membukukan kenaikan laba bersih sebanyak 12,6% menjadi Rp 2,01 triliun. Pertumbuhan ini sejalan dengan peningkatan pendapatan usaha sebesar 11,2% menjadi Rp 8,6 triliun. Laba sebelum pajak, beban bunga, amortisasi dan depresiasi atau EBITDA bertumbuh 12,% menjadi Rp 6,9 triliun. Alhasil, EBITDA margin mencapai 80,5%.
Baca Juga
Efek Konsolidasi Operator Telko, Analis Yakin Emiten Ini (MTEL) Bakal Cuan Maksimal
Pertumbuhan tersebut sejalan dengan ekspansi yang direalisasikan MTEL sepanjang 2023, baik secara organik maupun anorganik. Di antaranya, perseroan berhasil menambah jumlah menara 7,3% menjadi 38.014 unit dan memperkuat posisi perseroan sebagai pemilik menara terbanyak di Asia Tenggara. Perseroan juga berhasil memperpanjang aset fiber optik sebanyak 95,4% menjadi 32.521 kilometer. Begitu juga dengan jumlah tenant bertumbuh 10,4% menjadi 57.409 penyewa.
Tiga Agenda
Theodorus mengatakan, Mitratel (MTEL) menyiapkan tiga agenda besar tahun ini. Pertama, memperkuat posisi sebagai market leader di industri melalui pertumbuhan bisnis secara organik.
Kedua, perseroan memberikan solusi layanan pada ekosistem menara untuk mendukung operator seluler dalam menerapkan teknologi baru. Ketiga, mengakselerasi pertumbuhan dengan menangkap peluang anorganik.
“Ekspansi baik secara organik maupun anorganik tetap menjadi fokus utama perseroan sejalan dengan agenda industri operator telekomunikasi yang tengah melakukan konsolidasi sebelum melanjutkan ekspansi,” terangnya.
Grafik MTEL

