Tower Bersama (TBIG) Putuskan Dividen Final Rp 683 Miliar hingga Buy Back Saham
JAKARTA, investortrust.id - Emiten menara telekomunikasi, PT Tower Bersama Infrastructure Tbk (TBIG), menetapkan dividen final tahun buku 2023 senilai Rp 683 miliar atau Rp 30,20 per saham. Dengan demikian rasio dividen perseroan mencapai 80%.
Pembagian dividen final TBIG diputuskan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) 2024 yang digelar di The Westin Jakarta, Kamis (30/5/2024).
Dividen tersebut akan didistribusikan pada 3 Juli 2024 kepada seluruh pemegang saham yang tercatat di daftar pemegang saham pada tanggal pencatatan (recording date) 11 Juni 2024. Tanggal akhir periode perdagangan dengan hak dividen (cum date) jatuh pada 7 Juni 2024. Kemudian untuk perdagangan saham tanpa hak dividen (ex-date) dijadwalkan pada 10 Juni 2024.
Baca Juga
Laba Bersih Tower Bersama (TBIG) Naik Jadi Rp 349,84 Miliar, Manajemen Ungkap Hal Ini
“RUPST telah menyetujui pembagian dividen tunai final tahun buku 2023 sebesar Rp 683 miliar dari laba bersih 2023,” kata Direktur Tower Bersama Infrastructure Helmy Yusman Santoso dalam paparan publik yang digelar usai RUPST 2024 Tower Bersama Infrastructure.
Dengan dividen final Rp 683 miliar, rasio dividen emiten portofolio PT Saratoga Investama Sedaya Tbk (SRTG) ini mencapai 80% dari laba bersih tahun 2023. Total dividen tersebut mencapai Rp 1,24 triliun, yaitu dividen interim sebesar Rp 565,9 miliar yuang sudah dibagikan pada Desember 2023 dan dividen final Rp 683 miliar.
"Kami sudah membagikan dividen interim Rp 565,9 miliar. Jadi sisanya Rp 683 miliar akan dibayarkan nanti ke pemegang saham yang namanya tercatat di daftar pemegang saham pada 11 Juni 2024," ujar Helmy.
Tahun lalu, Tower Bersama (TBIG) membukukan laba bersih senilai Rp 1,56 triliun atau turun 4,71% secara tahunan atau year-on-year (YoY), dibandingkan tahun 2022 Rp 1,63 triliun.
Baca Juga
Pada saat yang bersamaan, pendapatan TBIG justru naik 1,78% dari Rp 6,52 triliun pada 2022 menjadi Rp 6,64 triliun pada 2023.
Berdasarkan segmen, pendapatan Tower Bersama Infrastructure ditopang menara telekomunikasi sebesar Rp 6,23 triliun, diikuti serat optik sebesar Rp 361,53 miliar, repeater Rp 38,12 miliar, dan gedung sebesar Rp 3,69 miliar.
Buy Back Saham
RUPS tersebut juga menyetujui pembelian kembali (buy back) sebanyak 396,5 juta saham TBIG atau 1,75% dari modal disetor dan ditempatkan. Pelaksanaan pembelian kembali akan berlangsung 12 bulan setelah RUPST 2024.
Baca Juga
Tuntaskan Tender Offer, Bersama Digital Kini Kendalikan 79,75% Saham Tower Bersama (TBIG)
RUPST 2024 juga menyetujui rencana penerbitan surat utang dengan jumlah pokok senilai US$ 900 juta. Jumlah pokok surat utang tersebut memperhitungkan kurs tengah Bank Indonesia pada 31 Desember 2023 sebesar Rp 15.416. Maka setara dengan Rp 13,87 triliun.
Penerbitan surat utang Tower Bersama (TBIG) kali ini akan dilaksanakan dalam satu atau beberapa kali penerbitan dalam 12 bulan ke depannya. Dana yang diperoleh dari surat utang ini akan digunakan untuk melakukan pelunasan kewajiban utang uang jatuh tempo, pembayaran yang dipercepat, dam kegiatan umum perusahaan.
Grafik Saham TBIG

