Usai Bitcoin Halving, Investor Siap Sambut Altcoin Season
JAKARTA, investortrust.id - Usai Bitcoin mengalami reli dalam rentang waktu antara 1-6 bulan setelah halving 20 April 2024 lalu, secara historis kenaikan juga akan diikuti oleh munculnya Altcoin Season atau Altseason. Selain Bitcoin yang terkenal, dunia alternative coin (Altcoin) juga memberikan peluang yang menarik.
“Altseason terjadi saat altcoin mencatatkan performa yang jauh lebih baik dibandingkan Bitcoin. Kemunculan Altcoin dapat dilihat dari sejumlah indikator, seperti volume transaksi Altcoin. Biasanya setelah Altcoin mengalami penurunan, akan kembali stabil dan pulih. Indikator selanjutnya adalah ketika momentum Bitcoin mulai melemah, serta optimisme investor terhadap Altseason,” kata Research Analyst Reku dan Web3 Educator Michael Wyann pada kegiatan Reku Finance Flash, Selasa (28/5/2024).
Di tengah potensi dan optimisme Altseason seperti saat ini, menurutnya investor perlu mengoptimalkan momentum dengan cermat.
Ia mengatakan, sebelum kenaikan harga Altcoin muncul, justru dapat menjadi peluang bagi investor untuk berinvestasi atau trading di harga yang lebih rendah. Strategi yang bisa dilakukan terlebih untuk investor pemula dan konservatif antara lain dengan berinvestasi rutin atau Dollar Cost Averaging (DCA), sebab timing the market bisa jadi akan lebih menantang. Dengan begitu, investor bisa berinvestasi pada nominal tertentu dan memberikan harga rata-rata menarik.
Baca Juga
ETF Ethereum Resmi Disetujui, Apa Artinya Bagi Bitcoin dan Altcoin?
Sementara bagi traders, situasi menjelang Altseason dapat dimanfaatkan dengan menyusun strategi trading yang lebih agresif seperti day trading atau swing trading, untuk memanfaatkan volatilitas untuk meraih keuntungan cepat.
“Selain itu, memperhatikan analisis teknikal dan sentimen pasar juga dapat membantu traders mengambil keputusan yang strategis. Traders juga dapat memposisikan portofolio kriptonya di dalam narasi yang tepat. Sebab penting untuk mengikuti tren dan perkembangan terbaru di pasar, demi memastikan bahwa alokasi aset para traders sudah sesuai dengan proyek dan koin yang memiliki potensi pertumbuhan di masa depan,” jelas Michael.
Menilik laman resmi Reku, Altcoin berasal dari teknologi blockchain yang sama seperti Bitcoin, namun dengan beberapa fitur dan tujuan yang berbeda. Meskipun nilai dan popularitasnya belum setara dengan Bitcoin, beberapa Altcoin telah menunjukkan pertumbuhan yang mengesankan.
Altcoin memiliki perbedaan signifikan dengan Bitcoin. Berikut adalah beberapa perbedaan utama yang perlu kamu ketahui:
1. Metode konsensus: Bitcoin menggunakan Proof-of-Work (PoW), sedangkan beberapa Altcoin menggunakan metode konsensus yang berbeda seperti Proof-of-Stake (PoS) atau Delegated Proof-of-Stake (DPoS).
2. Kecepatan transaksi: Altcoin tertentu dapat memproses transaksi dengan lebih cepat daripada Bitcoin, mengurangi waktu konfirmasi yang dibutuhkan.
Fitur dan fungsi tambahan: Beberapa altcoin menawarkan fitur dan fungsi tambahan seperti kontrak pintar (smart contracts), privasi yang lebih tinggi, atau kemampuan untuk memproses transaksi yang lebih kompleks.
Baca Juga
Intip Daftar Altcoin yang akan Diuntungkan oleh Persetujuan ETF Ethereum
Ada banyak Altcoin populer yang layak dipelajari sebelum Anda memutuskan untuk berinvestasi. Berikut adalah beberapa contoh Altcoin populer:
1. Ethereum (ETH)
Ethereum tidak hanya sebuah mata uang digital, tetapi juga platform untuk membangun aplikasi terdesentralisasi. Ini adalah salah satu Altcoin paling populer dan berpengaruh di dunia kripto.
2. Binance Coin (BNB)
Binance Coin adalah token utilitas untuk Binance Exchange, salah satu bursa kripto terbesar di dunia. BNB memiliki beragam fungsi, termasuk biaya transaksi yang lebih rendah dan insentif perdagangan.
3. Cardano (ADA)
Cardano adalah platform blockchain yang memperkenalkan teknologi yang lebih canggih dan aman. Dibuat oleh tim pengembang yang dipimpin oleh Charles Hoskinson, salah satu pendiri Ethereum, Cardano menawarkan kontrak pintar yang lebih efisien dan aman.
4. Solana (SOL)
Solana adalah blockchain yang dirancang untuk skalabilitas tinggi dan biaya rendah. Dengan kinerja yang cepat dan biaya transaksi yang murah, Solana semakin populer di kalangan pengembang dan pengguna kripto.
5. Ripple (XRP)
Ripple adalah perusahaan yang mengoperasikan jaringan pembayaran lintas batas dan kripto XRP. XRP digunakan untuk membantu transfer uang lintas negara dengan biaya rendah dan cepat.
6. Dogecoin (DOGE)
Dogecoin awalnya dibuat sebagai lelucon tetapi sejak itu telah menjadi salah satu kripto yang paling banyak dibicarakan. Didukung oleh komunitas yang kuat, DOGE sering digunakan untuk tip dan donasi di media sosial.
7. Polkadot (DOT)
Polkadot adalah platform interoperabilitas yang memungkinkan berbagai blockchain berinteraksi satu sama lain. Dikembangkan oleh pendiri Ethereum Gavin Wood, Polkadot menawarkan fleksibilitas dan skalabilitas yang tinggi.

