IHSG Sesi I Melesat 1,13%, Saham DSSA, ISAT, dan AMMN Melesat
JAKARTA, investortrust.id – Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) sesi I, Selasa (8/5/2024), ditutup melesat 81,37 poin (1,13%) menjadi 7.257,79. Pergerakan indeks berada dalam rentang 7.176,83-7.308,14 dengan nilai transaksi Rp 5,37 triliun.
Lompatan IHSG tersebut didukung lompatan indeks sektor material dasar 2,87%, sektor energi melesat 2,11%, sektor infrastruktur 1,75%, sektor keuangan 0,57%, dan sektor consumer non primer 0,87%. Sebaliknya pelemahan melanda saham sektor consumer primer, sektor properti, dan sektor transportasi.
Baca Juga
Dian Swastatika (DSSA): Saham Termahal di BEI hingga Genggam Treasury Rp 32,90 Triliun
Penguatan IHSG juga didukung lompatan harga saham PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN), PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA), PT Indosat Ooredo Tbk (ISAT), dan beberapa saham emiten Prajogo Pangestu.
Adapun saham dengan penguatan paling pesat, yaitu saham PT Wijaya Karya Tbk (WIKA) naik Rp 20 (18,69%) menjadi Rp 127, PT Indo Straits Tbk (PTIS) melesat Rp 42 (16,67%) menjadi Rp 294, PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) naik Rp 29.000 (16,29%) menjadi Rp 207.000, PT Indosat TBk (ISAT) menguat Rp 950 (9,69%) menjadi Rp 10.750, dan PT Merdeka Battery Material Tbk (MBMA) Rp 50 (8,06%) menjadi Rp 670.
Sebaliknya pelemahan melanda saham PT Jaya Trishindo Tbk (HELI), PT Sona Topas Tourism Tbk (SONA), PT Sejahteraraya Anugerahjaya Tbk (SRAJ), PT Pudjiadi Prestige Tbk (PUDP), dan PT Sunindo Pratama Tbk (SUNI).
Baca Juga
Percepat Pelunasan Obligasi, Saham Wijaya Karya (WIKA) Meroket 19%
Kemarin, IHSG BEI ditutup anjlok sebanyak 45,96 poin (0,64%) menjadi 7.176,42. Pemodal asing mencatatkan penjualan bersih (net sell) saham senilai Rp 1,31 triliun. Penurunan tersebut dipicu atas koreksi sebanyak 367 saham dan 205 saham tidak mengalami perubahan harga. Sebaliknya hanya 207 saham ditutup menguat.
Sedangkan saham penekan utama indeks kemarin adalah empat saham emiten bank papan atas, yaitu saham BBCA, BBRI, BMRI, dan BBNI. Koreksi indeks juga dipicu atas penurunan empat saham emiten milik Prajogo Pangestu, yaitu saham PT Barito Pacific Tbk (BRPT) turun 8,86% menjadi Rp 1.080, PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN) anjlok 10,49% menjadi Rp 7.250, PT Petrosea Tbk (PTRO) anjlok 11,17% menjadi Rp 7.950, dan PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) melemah 2,48% menjadi Rp 8.850.
