Bitcoin dan Ethereum Berbalik Melemah, Bagaimana Potensi Pergerakannya Akhir Bulan Ini?
JAKARTA, investortrust.id - Pasar kripto memasuki pekan terakhir bulan Mei 2024, di mana Bitcoin (BTC) masih terlihat naik di atas 14% sejak 1 Mei sehingga potensi menutup bulan Mei dengan bullish, pertama kali dalam tiga tahun terakhir.
Menilik data, Selasa (28/5/2024) pukul 08.00 WIB Bitcoin (BTC) bertengger di US$ 69.345 naik 0,37%. Sementara, Ethereum (ETH) turun 0,20% menjadi US$ 3.875. Namun pada pukul 12.12 WIB harga BTC dan ETH berbalik melemah. BTC turun 1,33% ke US$ 67.796,81 dan ETH minus 1,75% ke US$ 3.842,15. Di mana total kapitalisasi pasar aset kripto berada di angka US$ 2,54 triliun turun 1,47% dalam 24 jam terakhir.
Financial Expert Ajaib Kripto, Panji Yudha mengatakan, Ethereum (ETH) potensi untuk melampaui harga US$ 4.000 dalam waktu dekat, didorong oleh kabar Komisi Sekuritas dan Berjangka Hong Kong (SFC) yang dilaporkan sedang mempertimbangkan untuk menyertakan opsi staking Ethereum (ETH) bagi penerbit ETF ETH spot di Hong Kong.
Selain itu, core developer Ethereum juga telah memberikan informasi terkait peluncuran upgrade Ethereum selanjutnya ‘Pectra’, yang akan diluncurkan pada akhir kuartal pertama tahun 2025.
“Sementara, Bitcoin kembali naik di atas support US$ 69.000 dan jika dapat bertahan di atas support US$ 69.000, maka potensi untuk kembali menguji level US$ 73.000. Sementara apabila breakdown support, maka potensi melemah terlebih dahulu ke support trendline di US$ 67.000. Pergerakan BTC juga berpotensi dipengaruhi oleh beberapa data ekonomi AS yang rilis pekan ini," ujar Panji dalam risetnya, Selasa (28/5/2024).
Baca Juga
Zurich Business School akan Buka Kursus Bitcoin, Biayanya Rp 173 Jutaan. Berminat?
Terdapat rilis data ekonomi Amerika Serikat pada pekan ini, dimulai pada Selasa (28/5/2024) terkait data kepercayaan konsumen. Pada hari Kamis (30/5/2024), kita akan melihat laporan tahunan pertumbuhan PDB kuartal I 2024, yang memberikan perkiraan lanjutan dan wawasan mengenai kesehatan perekonomian dari kuartal sebelumnya.
“Di sisi lain, semua perhatian tertuju pada rilis Indeks Harga Pengeluaran Konsumsi Pribadi (PCE) AS pada tanggal 31 Mei. Ukuran inflasi utama ini mempengaruhi kebijakan Federal Reserve, yang berpotensi menyebabkan fluktuasi harga Bitcoin. Jadi, mengikuti data ini akan sangat penting bagi setiap investor aset kripto,” kata Panji.
Sementara pada pekan lalu, selain merayakan Bitcoin Pizza Day setiap tanggal 22 Mei, minggu lalu telah terjadi keputusan penting lainnya dalam industri aset kripto usai persetujuan ETF Bitcoin pada Januari 2024. Setelah menunda tenggat waktu selama berbulan-bulan, Komisi Sekuritas dan Bursa Amerika Serikat (SEC) pada akhirnya telah menyetujui semua aplikasi spot Ethereum ETF di AS.
Pada 23 Mei 2024, SEC menyetujui pengajuan delapan aplikasi ETF Ethereum spot dari VanEck, BlackRock, Fidelity, Grayscale, Franklin Templeton, ARK 21Shares, Invesco Galaxy, dan Bitwise.
Baca Juga
Terlibat Pencucian Bitcoin hingga Rp 90 Triliun, Perempuan Ini Dipenjara 6,8 Tahun
Sinyal kuat potensi persetujuan ETF Ethereum spot di AS mulai mencuat pada Senin (20/5/2024) SEC meminta para perusahaan yang ingin menawarkan produk ETF Ethereum spot untuk memperbarui dan mengajukan ulang dokumen penting.
Akibatnya, Ethereum (ETH) mencatat kenaikan terbesar pada Senin (20/5/2024), menutup kenaikan harian sebesar 20% bahkan sampai melampaui Mastercard dalam hal kapitalisasi pasar. Pada hari yang sama, Bitcoin melonjak ke level tertinggi satu bulan di US$ 71.500, Bitcoin kembali meraih angka US$ 70.000 untuk pertama kalinya dalam enam minggu terakhir.
Adapun, performa positif BTC pekan lalu juga didorong dari arus masuk ke ETF Bitcoin spot di AS. Menurut data Coinglass, dalam periode perdagangan tanggal 20 - 24 Mei ETF Bitcoin spot di AS mencatat total arus bersih (net inflow) yang mencapai US$ 1,05 miliar .

