Diversifikasi ke Bisnis LNG, Citra Nusantara (CGAS) Incar Tambahan Pendapatan Rp 139 Miliar
JAKARTA, investortrust.id – Emiten perdagangan dan distribusi gas alam, PT Citra Nusantara Gemilang Tbk (CGAS) menargetkan dapat meraup tambahan pendapatan sebesar US$ 8,7 juta atau sekitar Rp 139 miliar (kurs Rp 15.989 per dolar AS) di tahun 2025.
Manajemen GCAS menyebut tambahan pendapatan tersebut seiring langkah diversifikasi usaha ke bisnis liquid natural gas (LNG). “Pada tahun pertama bisnis LNG beroperasi, kami akan memperoleh tambahan pendapatan sebesar US$ 8,7 juta,” demikian ungkap Manajemen CGAS dalam materi paparan publik Perseroan yang dikutip, Minggu (26/5/2024).
Sementara untuk bisnis eksisting yaitu compressed natural gas (CNG), Perseroan menargetkan tambahan kapasitas produksi sebesar 13 MMSCFD (Juta Kaki Kubik Standar per Hari), pada akhir tahun 2024.
Baca Juga
Kuartal I-2024, Citra Nusantara Gemilang (CGAS) Catat Lonjakan Laba 31,87%
Tambahan kapasitas CNG tersebut akan dipasok dari dua stasiun CNG milik CGAS yang saat ini sedang dalam proses pembangunan, yaitu di Grobogan, Jawa Tengah sebanyak 1,5 MMSCF dan di Majalengka, Jawa Barat dengan kapasitas 1 MMSCFD.
Berdasarkan materi paparan publik Perseroan yang akan disampaikan kepada stakeholder dan shareholder pada Rabu, 29 Mei 2024 disebutkan bahwa, kedua stasiun CNG tadi mulai beroperasi pada kuartal III dan kuartal IV 2024.
“Per April 2024, perusahaan mengoperasikan empat stasiun CNG dan lima depo CNG yang tersebar di Jawa dan Sumatra, secara kolektif mampu menghasilkan 10,5 MMSCFD. Dengan tambahan 2 stasiun CNG di Grobogan dan Majalengka, maka total kapasitas akan mencapai 13 MMSCF,” demikian ungkap Manajemen CGAS.
Kembali pada rencana diversifikasi dan pengembangan bisnis LNG, Perseroan menggandeng perusahaan asal China, yaitu PT Greenfir dan PT GT Ladang Teknik, untuk membangun Stasiun LNG di Pakis, Karawang, Jawa Barat.
Baca Juga
Kejar Market Share 30-40%, CGAS Yakin Target Penjualan RP 1 Triliun Bisa Dicapai
Stasiun LNG ini diperkirakan memiliki cadangan sebesar 1,5 MMSCFD dan dijadwalkan akan mulai beroperasi pada tahun 2025.
“Diversifikasi ini menandakan evolusi PT Citra Nusantara Gemilang Tbk menjadi lebih dari sekadar penyedia CNG, mengukuhkan posisinya sebagai salah satu pemasok solusi energi ramah lingkungan terkemuka di Indonesia,” urai Manajemen CGAS.
Sebagaimana disebutkan sebelumnya, melalui ekspansi ini, perusahaan memproyeksikan dapat menghasilkan pendapatan sebesar US$ 8,7 juta dalam tahun pertama beroperasi. Adapun dana pengembangan bisnis baru ini, bersumber dari dana hasil initial public offering (IPO), yang dilakukan Perseroan pada awal tahun 2024.
Sebagai catatan, dalam hajatan IPO ini CGAS melepas saham ke publik sebanyak 531.429.000 lembar bernilai nominal Rp 50 per saham, atau setara 30% dari modal ditempatkan dan disetor penuh Perseroan.
Adapun harga perdana saham CGAS dibandrol Rp 338 per saham, dengan begitu Perseroan berhasil meraup dana segar hasil IPO Rp 179,62 miliar.
Terkait kinerja, Perseroan mencetak pertumbuhan pendapatan sebesar 35% mencapai Rp 130 miliar di kuartal I-2024. Seiring kenaikan pendapatan laba bersih yang diraup meningkat sebesar 31,86%, mencapai Rp 3,05 miliar di kuartal I-2024.
Pergerakan Harga Saham CGAS secara Ytd 2024:

