RI Masuk Daftar Stres Tinggi dalam Investasi Kripto, Tokocrypto Apresiasi Program BLK 2024
JAKARTA, investortrust.id – Tokocrypto mengapresiasi program Bulan Literasi Kripto (BLK) 2024 yang diinisiasi Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti) bersama Asosiasi Blockchain dan Pedagang Aset Kripto Indonesia (Aspakrindo-ABI). Program BLK sangat penting, apalagi Indonesia masuk daftar negara yang memiliki tingkat stres tinggi di bidang investasi kripto.
“Program ini merupakan langkah besar menuju sinergi yang memperkuat industri aset kripto di Indonesia,” ujar Chief Executive Officer (CEO) Tokocrypto, Yudhono Rawis dalam keterangan tertulis, Rabu (22/5/2024).
Baca Juga
Dorong Pengembangan Aset Kripto, OJK Akan Lebih Sering Gunakan “Pedal Gas” Dibanding “Rem”
Menurut Yudhono, industri kripto terus berkembang dan semakin banyak menarik minat masyarakat. Kondisi ini perlu diimbangi edukasi dan literasi yang semakin masif.
“Edukasi merupakan langkah penting untuk menumbuhkan kepercayaan masyarakat terhadap industri aset kripto di dalam negeri,” tutur dia.
Dia menjelaskan, sebagai salah satu pedagang aset kripto teregulasi, Tokocrypto bersama mitra dan pemangku kepentingan lainnya siap menghadapi tantangan di masa depan sehingga mampu menciptakan industri yang tangguh, stabil, dan berkelanjutan.
Yudhono Rawis berharap program BLK yang berlangsung sepanjang Mei 2024 mampu menghadirkan kegiatan edukasi yang inovatif dan dapat meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai aset kripto, perdagangan aset kripto, serta regulasi di dalamnya.
“Untuk mencapai adopsi skala besar, penting untuk menyebarkan literasi keuangan terkait aset kripto dan pendidikan blockchain agar masyarakat memahami cara kerja teknologi ini dan industri kripto secara keseluruhan,” papar Yudhono.
Baca Juga
Ini Sederet Selebritas dengan Aset Kripto Terbesar, Donald Trump Ada di Posisi Teratas
Indonesia Stres Tinggi
Laporan CoinKickoff menyebutkan, Indonesia masuk dalam daftar negara yang memiliki tingkat stres tinggi terkait investasi kripto di Asia Tenggara. Riset ini menganalisis 131 negara dan masukan pengumpulan data berdasarkan analis tweet yang diberi geotag untuk tagar dari 50 aset kripto paling populer berdasarkan kapitalisasi pasar.
Merujuk laporan bertajuk Where are People Most Stressed about the State of Crypto tersebut, sekitar 19,29% tweet tentang kripto dari Indonesia mengandung sentimen stres (peringkat ke-3). Sedangkan Singapura dan Malaysia menduduki posisi ke-1 dan ke-2, dengan persentase masing-masing 24,18% dan 20,89%.
“Riset tersebut membuktikan bahwa volatilitas pasar kripto dan kurangnya edukasi investasi menjadikan instrumen ini penuh tantangan,” tandas Yudhono.

