IHSG Memasuki Peluang Koreksi, BRI Danareksa Sekuritas Jagokan UNTR dan HRTA
JAKARTA, investortrust.id – Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI), Selasa (21/5/2024), mulai mengalami koreksi sehat setelah berhasil menembus level resisten 7.266.
BRI Danareksa Sekuritas menyebutkan pergerakan indeks hari ini diperkirakan berpotensi memantul di salah satu area support, yaitu 7.148 dan 7.250. Sedangkan koreksi yang terjadi kemarin tergolong masih wajar.
Baca Juga
Saham AI Nvidia Dongkrak Indeks Nasdaq Tembus Rekor Tertinggi, Dow Jones Melorot di Bawah 40.000
BRI Danareksa Sekuritas menjagokan dua saham hari ini dengan rekomendasi beli, yaitu saham UNTR dengan target harga Rp 23.500-23.850 dan saham HRTA dengan target harga Rp 430-464. Sebaliknya saham BBTN dan SSIA direkomendasikan jual.
Pergerakan indeks juga akan dipengaruhi pergerakan Wall Street semalam, yaitu Dow Jones melemah 0,49%. Seabaliknya S&P500 dan Nasdaq berhasil melesat masing-masing 0,092% dan 0,65%.
Kemarin, pemodal asing membukukan pembelian bersih saham senilai Rp 226,12 miliar, meski IHSG ditutup anjlok sebanyak 50,55 poin (0,69%) menjadi 7.266,69. Net buy terbanyak melanda tiga saham bank papan atas ini, PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) Rp 435,88 miliar, PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) Rp 132,80 miliar, dan PT Vale Indonesia Tbk (INCO) Rp 124,02 miliar.
Baca Juga
Usai Kevin Aluwi, Giliran William Tanuwijaya dan Andre Soelistyo Terdepak dari GOTO
IHSG bergerak dalam rentang 7.243,01-7.374,55 dengan nilai transaksi Rp 12,33 triliun. Pemicu utama koreksi indeks tersebut dipengaruhi atas kejatuhan saham emiten sektor perbankan, khususnya bank papan atas.
Saham BMRI anjlok Rp 250 (3,80%) menjadi Rp 6.325, BBCA turun Rp 275 (2,82%) menjadi Rp 9.475, BBRI turun Rp 100 (2,03%) menjadi Rp 4.820, dan PT Bank negara Indonesia Tbk (BBNI) anjlok Rp 195 (3,77%) menmjadi Rp 4.980.
Grafik IHSG

