Fitch dan Moody’s Kompak Kerek Rating Pakuwon Jati (PWON) dengan Prospek Stabil
JAKARTA, investortrust.id - Lembaga pemeringkat kredit internasional, Fitch dan Moody’s, mengerek rating PT Pakuwon Jati Tbk (PWON) di tahun 2024.
Fitch menaikkan rating dari yang semula BB menjadi BB+ dengan outlook atau prospek stabil, pada tanggal 13 Mei 2024, sedangkan Moody’s menaikkan rating PWON dari semula Ba2 menjadi Ba1 dengan outlook stabil, pada tanggal 9 April 2024.
Direktur dan Sekretaris Perusahaan PT Pakuwon Jati Tbk, Minarto Basuki, mengatakan, rating yang di dapat dari dua lembara rating skala global tadi adalah rating kredit tertinggi, diantara perusahaan property real estate di Indonesia.
“Kedua lembaga tersebut menyampaikan bahwa kenaikan rating didasarkan pada kemampuan Perusahaan dalam menghasilkan pendapatan recurring secara konsisten yang didukung oleh kebijakan keuangan Perusahaan yang baik serta likuiditas yang kuat,’’ urai Minarto dalam keterangan tertulis dikutip, Senin (20/5/2024).
Baca Juga
Pakuwon (PWON) Bangun Kokas Versi Bekasi, Target Beroperasi Akhir 2024
Dalam laporannya, Fitch percaya bahwa laba sebelum bunga, pajak, depresiasi, dan amortisasi (EBITDA) yang dihasilkan dari kegiatan recurring PWON, akan meningkat menjadi sebesar Rp 2,7 trilliun pada tahun 2024, yang didukung oleh kenaikan pendapatan sewa dan pendapatan service charge.
Sedangkan Moody’s berharap bahwa tingkat okupansi Retail Mall dari PWON akan tetap stabil pada kisaran pertengahan 90% dalam beberapa tahun mendatang, sedangkan tingkat rata-rata okupansi pada tahun 2023 sebesar 94%. Pendapatan recurring dari bisnis hotel juga diprediksi akan tetap tinggi.
Fitch dan Moody’s memperkirakan angka pre-sales dari Perusahaan akan berada di kisaran Rp 1,4 – Rp 1,6 trilliun pada periode 2024-2025 yang didukung oleh program PPNDTP yang kembali dilanjutkan oleh pemerintah sejak periode triwulan 4 tahun 2023.
Keuangan Solid
Likuiditas Perusahaan juga dinilai kuat dengan posisi saldo kas sebesar Rp 7,6 trilliun pada akhir tahun 2023 dimana utang obligasi Perusahaan yang akan jatuh tempo pada tahun 2028 senilai US$ 400juta (sekitar Rp 6,5 trilliun dengan nilai tukar Rupiah pada saat ini).
Baca Juga
‘’Kedua pemeringkat sepakat bahwa Perusahaan memiliki posisi neraca keuangan yang kuat untuk mendanai ekspansi ke depannya,’’pungkasnya.
Pergerakan Harga Saham PWON secara Ytd:

