IHSG Akhirnya Ditutup Anjlok 1,11%, Tapi Tidak dengan Saham PEGE dan TALF justru ARA
JAKARTA, investortrust.id – Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI), Jumat (19/4/2024), berakhir dengan penurunan 74,49 (1,11%) menjadi 7.087,32. Level penutupan tersebut menjadi level terendah baru sejak terhitung sejak 13 Desember 2023.
Pelemahan indeks tersebut sejalan dengan berita Israel lancarkan serangan ke Iran pagi tadi. Aksi tersebut membuat koreksi seluruh bursa saham Eropa hingga Asia, seperti Nikkei terkoreksi 943 poin, indeks Hang Seng melemah 141,4 poin, Strait Times turun 13,95 poin, dan pasar berjangka Dow Jones melemah 153 poin.
Baca Juga
Timur Tengah Memanas, Menteri ESDM Instruksikan Cari Alternatif Suplai Energi Tambahan
Pemicu utama koreksi indeks berasal dari sejumlah sektor saham, seperti saham sektor teknologi turun 2,78%, saham sektor konsumer primer melemah 1,78%, sektor properti turun 1,62%, sektor keuangan melemah 1,24%, dan sektor transportasi melemah 2,46%. Sebaliknya hanya saham sektor kesehatan yang menguat 1,10%.
Meski IHSG terkapar masih ada dua saham cetak kenaikan hingga auto reject atas (ARA), yaitu saham PT Panca Global Kapital Tbk (PEGE) menguat Rp 27 (34,18%) menjadi Rp 106 dan PT Tunas Alfin Tbk (TALF) melesat Rp 70 (24,65%) menjadi Rp 354. Kenaikan juga melanda saham PT Multi Hanna Kreasindo Tbk (MHKI) sebesar Rp 72 (21,43%) menjadi Rp 408, PT Jaya Trishindo Tbk (HELI) menguat Rp 55 (9,82%) menjadi Rp 615, dan PT Siloam International Hospitals Tbk (SILO) naik Rp 190 (7,92%) menjadi Rp 2.590.
Baca Juga
Konflik Iran-Israel Makin Tegang, Pengamat Sekuritas: Pelaku Pasar Wait and See
Sebaliknya penurunan melanda lima saham berikut, yaitu saham PT Graha Layar Prima Tbk (BLTZ), PT Pyridam Farma Tbk (PYFA), PT Satria Mega Kencana Tbk (SOTS), PT Surya Biru Murni Acetylene Tbk (SBMA), dan PT Pembangunan Graha Lestari Indah Tbk (PGLI).

