Mereda! Net Sell Saham Tinggal Rp 136,09 Miliar
JAKARTA, investortrust.id – Pemodal asing kembali melanjutkan penjualan bersih (net sell) saham senilai Rp 136,09 miliar, meskipun indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI), Rabu (15/5/2024), melesat 96,07 poin (1,36%) menjadi 7.179,83.
Net Sell terbanyak melanda saham PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) Rp 319,03 miliar, PT Astra International Tbk (ASII) Rp 132,33 miliar, PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) Rp 123,47 miliar, PT Sarana Menara Tbk (TOWR) Rp 52,38 miliar, dan PT Mayora Indah Tbk (MYOR) Rp 23,60 miliar.
Baca Juga
Sebaliknya pembelian bersih (net buy) melanda saham PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) Rp 371,28 miliar, PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) Rp 49,70 miliar, PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) Rp 48,85 miliar, PT Amman Minerals Internasional Tbk (AMMN) Rp 44,60 miliar, dan PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) Rp 35,06 miliar.
Terkait kenaikan signifikan IHSG didukung lompatan harga seluruh saham emiten Prajogo Pangestu, seperti PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN), PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA), PT Barito Pacific Tbk (BRPT), PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN), dan PT Petrosea Tbk (PTRO).
Lompatan IHSG juga ditopang penguatan saham sektor bank, PT Bank Mandiri Tbk (BMRI), PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI), PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI), dan PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BBRI).
Baca Juga
Ditopang Saham Emiten Prajogo hingga Bank, IHSG Akhirnya Melesat 1,36%
Sedangkan saham dengan kenaikan tertinggi hingga auto reject atas (ARA) melanda empat saham berikut, yaitu saham PT Krida Jaringan Nusantara Tbk (KJEN) naik Rp 21 (34,43%) menjadi Rp 82, PT Xolare RCR Energy Tbk (SOLA) naik Rp 64 (34,04%) menjadi Rp 252, PT Satria Antaran Prima Tbk (SAPX) melesat Rp 205 (25%) menjadi Rp 1.025, dan PT Petrosea Tbk (PTRO) melesat Rp 1.400 (19,72%) menjadi Rp 8.500.
Sedangkan sektor saham dengan penguatan paling tinggi, yaitu saham sektor material dasar sebanyak 2,43%, sektor keuangan 0,92%, dan sektor infrastruktur 0,70%. Sebaliknya saham sektor properti turun 0,19%, sektor industry 0,23%, dan sektor kesehatan 0,05%.

