Saham Melesat 12 Kali Lipat, Manajemen Barito Renewables (BREN) Ungkap Faktor Ini
JAKARTA, investortrust.id – Harga saham emiten Prajogo Pangestu, PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN), telah meroket sebanyak 12,24 kali lipat atau sebanyak 1.124% terhitung sejak listing perdana 7 Oktober 2023 hingga hari ini.
Lompatan harga tersebut menjadikan nilai kapitalisasi pasar (market cap) BREN menjadi yang terbesar di Bursa Efek Indonesia (BEI) dengan nilai Rp 1.260,94 triliun atau menyalip PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) yang telah bertahun-tahun berada di peringkat teratas.
Baca Juga
Prajogo Pangestu, Konglomerat Pionir Bisnis Geothermal Terbesar
Direktur Utama BREN Hendra Soetjipto Tan mengatakan, lompatan harga karena saham BREN popular di kalangan investor dan supply memang terbatas. Tidak banyak perusahaan energi terbarukan (renewable energy) yang tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI) hingga kini.
“Renewable ini merupakan bidang yang sangat diminati oleh banyak investor, balik lagi ke supply-demand, karena supply sedikit dan demand tinggi bisa menjelaskan alasan pergerakan harga saham BREN saat ini,” terang dia dalam paparan publik insidentil Barito Renewables secara virtual, Senin (13/5/2024).
Lebih lanjut, Hendra mengungkapkan, tak hanya dari supply dan demand. Lompatan harga saham BREN didukung besarnya kepercayaan investor terhadap kinerja perusahaan. “Selama 4 tahun ini pertumbuhan perusahaan kami sangat solid dan terus tumbuh, ke depan kita mempunyai banyak portofolio yang akan dikembangkan, seperti geothermal berkapasitas sampai 2.000 megawatt (MW) dan angin lebih dari 300 MW,” ujar Hendra.
Baca Juga
Transaksi Saham Dibuka Kembali, Begini Fundamental dan Bisnis Barito Renewables (BREN)
Di luar rencana tersebut, dia menambahkan, perusahaan turut mencari aset-aset dari Indonesia maupun luar negeri yang bisa menambah portofolio. “Mungkin karena itu, ekspetasi dari investor pertumbuhan dari perusahaan kami yang meningkat. Sehingga itu alasan yang menjelaskan pergerakan sahamnya begitu aktif dan juga harga saham mengalami kenaikan,” kata Hendra.
Kemudian, Hendra menuturkan bahwa perseroan tidak tertutup akan energi terbarukan (EBT) lainnya. “Kita tidak tertutup terhadap EBT lain, seperti tenaga surya dan air, tapi kami mempertimbangkan harus memenuhi syarat dan memberikan tingkat kelayakan ekonomi menarik,” katanya. (CR-5)
Grafik Saham BREN

