Suspensi Saham EURO Dicabut, Pantau Pergerakannya Usai Melesat 49% Sebulan
JAKARTA, investortrust.id – Bursa Efek Indonesia (BEI) akan membuka kembali perdagangan (unsuspend) saham PT Estee Gold Feet Tbk (EURO) mulai Sesi I pasar saham, Senin (13/5/2024).
Kepala Divisi Pengawasan Transaksi Yulianto Aji Sadono dan Kepala Divisi Pengaturan & Operasional Perdagangan BEI Pande Made Kusuma Ari A mengatakan, unsuspend saham perusahaan kosmetik tersebut berlaku di Pasar Reguler dan Pasar Tunai.
“Menunjuk Pengumuman Bursa Peng-SPT-00043/BEI.WAS/04-2024 tanggal 30 April 2024, perihal Penghentian Sementara Perdagangan (Suspensi) Saham PT Estee Gold Feet Tbk. (EURO), maka dengan ini diumumkan bahwa suspensi atas perdagangan saham EURO kami cabut,” urai Aji dan Pande dalam pengumuman yang dikutip, Jumat (10/5/2024).
Baca Juga
Lanjutkan Pertumbuhan, Begini Prospek dan Target Saham Terbaru HM Sampoerna (HMSP)
Adapun suspensi saham EURO dilakukan BEI sejak perdagangan sahm tanggal 1 Mei 2024, karena terjadinya peningkatan harga kumulatif yang signifikan pada saham tersebut.
Pergerakan Harga Saham EURO sejak awal tahun 2024:
“Suspensi dilakukan dalam rangka cooling down sebagai bentuk perlindungan bagi Investor,” ulasnya.
Sebagai catatan, lonjakan harga saham EURO terjadi sejak akhir Meret 2024, kala itu harga saham EURO masih berada pada level Rp 135 per saham.
Sedangkan selama sebulan sebelum suspensi saham EURO mengalami penguatan sebanyak 49,13% dari level Rp 173 per saham pada tanggal 16 April 2024 ke level Rp 258 per saham pada tanggal 30 April 2024.
Baca Juga
Ekspansi, Ace Hardware (ACES) Buka Gerai ke-5 Tahun 2024 di Serpong
Sementara dari sisi kinerja, Perseroan mencatat pendapatan Rp 23,78 miliar hingga periode 31 Desember 2023, turun dari Rp 30,31 miliar di periode yang sama tahun 2022.
Beban pokok pendapatan turun seiring penurunan pendapatan menjadi Rp 15,96 miliar dari Rp 21,52 miliar, alhasil laba kotor turun menjadi Rp 7,81 miliar di tahun 2023 dari laba kotor Rp 8,79 miliar tahun 2022.
Sedangkan laba usaha turun menjadi Rp 3,10 miliar tahun 2023 dari laba usaha Rp 5,73 miliar tahun sebelumnya. Sementara laba sebelum beban pajak turun menjadi Rp 6,36 miliar dari laba sebelum beban pajak Rp 7,37 miliar.
Laba neto tahun berjalan diraih Rp5,13 miliar turun dari laba neto tahun berjalan Rp5,88 miliar. Laba per saham menjadi Rp2,02 turun dari laba per saham Rp2,82 tahun sebelumnya.

