Mandiri Services (MAHA) Tetapkan Rasio Dividen 75%
JAKARTA, investortrust.id – Emiten jasa pengangkutan pertambangan terbesar di Indonesia, PT Mandiri Herindo Adiperkasa Tbk (MAHA) atau Mandiri Services, memutuskan dividen tahun buku 2023 senilai Rp 199,99 miliar atau setara Rp 12 per saham.
Nilai dividen tersebut diputuskan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang digelar di Jakarta, Rabu (8/5/2024). Jumlah dividen yang dibagikan tersebut setara dengan 75% dari raihan laba bersih perseroan pada 2023.
Baca Juga
Anjlok 35,34%, Laba Mandiri Coal (MCOL) Jadi US$ 227,82 Juta
Direktur Utama MAHA Yenny Hamidah Koean mengungkapkan, pembagian dividen ini bertujuan untuk memberikan nilai tambah atas kepercayaan dan dukungan para pemegang saham kepada perseroan tanpa mengabaikan kebutuhan pengembangan bisnis Perseroan serta kondisi keuangan.
"Hal ini penting dikarenakan menjadi aksi korporasi pertama MAHA dalam membagikan dividen kepada para pemegang saham publik," ujar Yenny dalam keterangan resminya, Kamis (9/5/2024).
Lebih lanjut, Yenny menyebut, RUPST juga menyepakati penyisihan dana cadangan sebesar Rp 1,35 miliar. MAHA mengalokasikan dana cadangan dan saldo laba ditahan sebesar Rp 64,84 miliar yang akan digunakan sebagai modal kerja pengembangan bisnis dengan melihat peluang kontrak baru ke depan.
Baca Juga
Selain CPO dan Batu Bara, China Minati Komoditas Durian Indonesia
Tahun lalu, MAHA mengantongi laba bersih sebesar Rp 266 miliar. Raihan tersebut turun, dibandingkan dengan capaian periode 2022 di angka Rp 501 miliar. Secara laba operasional mengalami kenaikan dari Rp 421 miliar pada 2022 menjadi Rp 467 miliar pada 2023.
Hal ini disebabkan oleh penurunan nilai investasi saham yang belum direalisasikan, pada 2022 yang terdapat kenaikan investasi saham belum direalisasikan dengan nilai yang cukup signifikan.
Grafik Saham MAHA Ytd

