Saham BUMN Konstruksi Tiba-tiba Terbang, PTPP Jadi Pilihan Teratas
JAKARTA, Investortrust.id – Harga saham emiten BUMN konstruksi tiba-tiba melambung pada penutupan perdagangan sesi I Bursa Efek Indonesia (BEI), Jumat (8/9/2023). Lompatan harga ini berbanding terbalik dengan indeks harga saham gabungan (IHSG) yang jatuh 33,04 poin (0,48%) menjadi 6.921,77.
Penguatan harga tertinggi ditorehkan saham PT PP (Persero) Tbk (PTPP) dengan kenaikan Rp 80 (12,40%) menjadi Rp 725. Saham ini bergerak dalam rentang Rp 645-740 dan berhasil melanjutkan penguatan sejak kemarin.
Baca Juga
Kenaikan harga juga melanda saham PT Adhi Karya Tbk (ADHI) senilai Rp 40 (9,22%) menjadi Rp 474. Saham BUMN konstruksi ini bergeraek dalam rentang Rp 434-486. Menyusul saham PT Wijaya Karya Tbk (WIKA) ditutup melesat Rp 32 (7,92%) menjadi Rp 436 dengan rentang pergerakan Rp 404-446.
Sedangkan perdagangan saham PT Waskita Karya Tbk (WSKT) masih dihentikan sementara (suspend) oleh BEI hingga saat ini. Suspensi saham ini telah berlangsung sejak 8 Mei 2023. Suspensi dipengaruhi atas kegagalan perseroan membayar utang dan tengah memasuki restrukturisasi.
Paling Dijagokan
Sementara itu,CGS CIMB Sekuritasdalam riset terbarunya menyebutkan bahwaPTPPsatu-satunya BUMN Karya yang masih bankable, sehingga potensi mendapatkan kontrak baru bernilai besar akan lebih mudah, dibandingkan dengan emiten kontraktor lainnya yang tengah berkutat dengan restrukturisasi utang.
Baca Juga
Bursa Inggris Berbalik Menguat, Indeks FTSE 100 Terapresiasi 0,21%
Dengan posisi perseroan sebagai BUMN Karya paling sehat, saham PTPP saat ini dinilai sudah tidak masuk akal atau salah harga. CGS CIMB Sekuritas menilai bahwa investor sudah terlalu lama mengabaikan saham PTPP atau terhitung sejak booming pembangunan infrastruktur beberapa tahun lalu.
Saat ini, terang CIMB Sekuritas, harga saham PTPP baru diperdagangkan pada PBV 0,3 kali. “Menurut kami, saham PTPP selama ini salah harga dan diabaikaninvestor. PTPP seharusnya diperdagangan dengan PBV 1 kali atau setara dengan Rp 1.800 per saham. Apalagi perseroan mendapatkan banyak kontrak baru,” tulisnya.
Baca Juga
Dengan harga penutupan Rp 725, potensi cuan saham ini masih terbuka hingga Rp 1.800 atau berpeluang menguat sampai 148% dalam 12 bulan ke depan.

