Saham BRIS Melesat Lampui Sektornya, Bagaimana Target Harganya?
JAKARTA, investortrust.id – Saham emiten bank syariah terbesar di Indonesia, PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BRIS) berhasil melesat sepanjang hari ini. Penguatannya mengalahkan saham bank lainnya pada transaksi di Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (6/5/2024).
Berdasarkan data BEI, saham BRIS berhasil melesat Rp 210 (7,98%) menjadi Rp 2.840 hingga pukul 14.40 WIB. Kenaikan harga tersebut jauh di atas saham induknya, yaitu PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) dengan penguatan hanya Rp 200 (3,25%) menjadi Rp 6.350. Lalu, bagaiman prospek saham bank yang mayoritas sahamnya dikendalikan BMRI ini?
Baca Juga
CGS CIMB Sekuritas dalam riset yang diterbitkan pekan lalu menyebutkan bahwa saham BRIS menyimpan potensi pertumbuhan kinerja dan saham pesat ke depan, apalagi melihat realisasi kinerja keuangan hingga kuartal I-2024 sesuai dengan estimasi.
Pergerakan Saham BRIS Ytd
Hal ini mendorong CGS CIMB Sekuritas untuk mempertahankan rekomendasi add saham BRIS dengan target harga Rp 2.900. “Meskipun BRIS mencatatkan penurunan NIM pada kuartal I-2024, realisasi tersebut masih sesuai dengan target manajemen dalam kisaran 5,5-5,86%,” tulis analis CGS CIMB Sekuritas Owen Tjandra, Handy Noverdanius, dan Utami Ratnasari dalam riset terakhirnya.
Tak hanya itu, dia mengatakan, tren berlanjutnya pertumbuhan kinerja keuangan perseroan diindikasikan peningkatan pembiayaan yang pesat mencapai 16% pada kuartal I-2024. Bahkan, angka pertumbuhan penyaluran pembiayaan tersebut bertumbuh 2,8% dari kuartal IV-2023. BRIS juga tidak mengalami perubahan kualitas aset pada kuartal I-2024.
Baca Juga
Dia mengatakan, BRIS diestimasi akan mampu untuk mengerek naik NIM dalam beberapa kuartal mendatangan didukung sejumlah faktor, seperti biaya dana (cost of fund) yang bisa dikelola dengan baik, pertumbuhan pembiayaan yang kuat.
CGS CIMB Sekuritas memperkirakan kenaikan laba bersih perseroan menjadi Rp 6,82 triliun tahun ini, dibandingkan realisasi tahun lalu Rp 5,70 triliun. ROE perseroan diharapkan meningkat menjadi 16,4% tahun ini, dibandingkan tahun lalu 15,8%.

