Bagikan

Tip Memilih Saham ‘Cuan’ ala Lo Kheng Hong: PER dan PBV Tak Boleh di Atas Angka Ini

JAKARTA, investortrust.id - Investor kakap berjuluk Warren Buffett Indonesia, Lo Kheng Hong, membagikan tip (tips) memilih saham yang berpotensi mendatangkan keuntungan alias cuan bagi investor.

Investor, menurut  Lo Kheng Hong, hanya perlu melihat saham perusahaan dengan rasio harga per saham dibanding laba bersih per saham (price to earning ratio/PER) maksimal atau tak boleh di atas angka 9 kali dan rasio harga saham dibanding nilai buku per saham (price to book value/PBV) maksimal 1 kali.

“Belilah perusahaan dengan PER maksimum 9 kali. Belilah perusahaan dengan PBV maksimum 1 kali. Tapi kalau perusahaan itu bagus sekali, lewat-lewat sedikit nggak apa-apa,” ujar Lo Kheng Hong pada seminar pasar modal di Jakarta, Sabtu (4/5/2024).

Baca Juga

Lo Kheng Hong Mengaku Setia Investasi Saham Meski Bitcoin Melambung, Ini Alasannya

Lo juga menganjurkan investormembeli saham perusahaan dengan performa jempolan (wonderful company) pada harga yang wajar, alih-alih membeli saham perusahaan biasa-biasa saja pada harga yang wajar.

“Kalau mau jadi great investor, kita harus naik kelas. Jangan beli company yang biasa, yang jualnya kecil meskipun diskon. Beli hanya a wonderful company yang jualnya besar, harus naik kelas,” papar dia.

Selain itu, Lo Kheng Hong menekankan pentingnya investor memahami betul suatu emiten sebelum membeli sahamnya. Itu sesuai prinsip Warren Buffett, yaitu I never invest in anything that i don’t understand dan I just sit in my office and read all day.

Intinya, kata Lo, sangat penting bagi investor untuk memahami perusahaan sebelum membeli sahamnya. Oleh sebab itu, membaca laporan tahunan (annual report) emiten, terutama yang berkaitan dengan kinerja keuangan, merupakan keharusan.

“Di annual report, kita bisa tahu siapa direksi, komisaris, siapa pengendali perusahaan, ini analisis kualitatif melihat karakter si pemegang saham pengendali, direksi, komisaris, apakah mereka orang yang jujur dan berintegritas,” tegas Lo.

Investor Harus Sabar

Lo Kheng Hong mengungkapkan, dalam laporan tahunan juga terdapat laporan keuangan yang perlu dipahami, berapa laba, penjualan, modal, kas, piutang, dan sebagainya.

“Jika hanya mengandalkan rekomendasi sekuritas, teman, atau influencer, itu tandanya bukan berinvestasi, melainkan berspekulasi atau berjudi,” tandas dia.

Lo mengaku selalu menyisakan waktu untuk membaca aksi korporasi suatu perusahaan pilihannya di website Bursa Efek Indonesia (BEI). 

Baca Juga

Sssttt...! Lo Kheng Hong Bocorkan Saham Wonderful Company yang Bisa Di-hold Seumur Hidup

“Saya juga buka website BEI, semua aksi-aksi korporasi emiten. Kalau mau melakukan aksi korporasi kan dia lapor ke Bursa. Nanti Bursa munculin di website-nya. Pokoknya saya baca,” tutur pria yang juga sering dipanggil LKH itu.

Terakhir, Lo mengingatkan agar investor harus  sabar, karena investasi yang sukses membutuhkan waktu dan kesabaran. Investor tak boleh  tergiur untuk menjual saham sesaat setelah membelinya. Pastikan untuk menjadikan saham sebagai investasi jangka panjang (long-term).

“Ingat, bursa adalah perangkat untuk memindahkan uang orang tidak sabar kepada orang yang sabar. Mau jadi seorang investor yang hebat? Sabar!” tegas dia.

The Convergence Indonesia, lantai 5. Kawasan Rasuna Epicentrum, Jl. HR Rasuna Said, Karet, Kuningan, Setiabudi, Jakarta Pusat, 12940.

FOLLOW US

logo white investortrust
Telah diverifikasi oleh Dewan Pers
Sertifikat Nomor1188/DP-Verifikasi/K/III/2024