Emiten Jagoan Lo Kheng Hong (ABMM) Lepas Kendali Atas Tambang Batu Bara Ini
JAKARTA, investortrust.id – Emiten investasi pertambangan jagoan Lo Kheng Hong, PT ABM Investama Tbk (ABMM) melepas kendali operasionalnya atas PT Media Djaya Bersama (MDB).
Nama terakhir merupakan pemilik konsesi pertambangan batu bara seluas 3.134 hektar (ha) di wilayah kabupaten Aceh Barat.
Manuver ini dilakukan ABMM melalui anak usahanya PT Reswara Minergi Hartama (RWA), sebelumnya merupakan pengendali dan pemegang saham MDB.
Sekretaris Perusahaan PT ABM Investama Tbk, Rindra Donovan, mengatakan, Perseroan melalui RWA telah menandatangani amandemen kesepekatan bersama dengan PT Inti Murni Kencana (IMK), yang merupakan pihak lain pemegang saham MBD pada 11 Desember 2023.
Baca Juga
Rencana Membuat Market Maker di Bursa Mencuat Lagi, Apa sih Tugas dan Fungsinya?
‘’Berdasarkan amandemen tersebut, para pihak sepakat bahwa keputusan dan kebijakan terkait pengendalian atas jalannya operasional serta penentuan imbal hasil dari MDB dan entitas anaknya, akan ditentukan oleh IMK, melalui pengurus perusahaan di MDB dan entitas anak, yang ditunjuk oleh IMK,’’ ulas Rindra dikutip dari keterbukaan informasi, Selasa (2/1/2024).
Kendati begitu, kata dia, ABMM melalui RWA masih menjadi pemegang 50% saham yang ditempatkan dan disetor penuh dalam MDB.
Selain itu para selaku pemegang saham MBD juga menyepakati bahwa terhitung tanggal 29 Desember 2023, baik RWA maupun Perseroan tidak lagi melakukan konsolidasi atas MDB dan entitas anak dalam laporan keuangan keuangannya untuk periode selanjutnya.
Baca Juga
ABM Investama (ABMM) Raih Peringkat Gold di Asia Sustainability Reporting
“Hal ini seiring dengan beralihnya pengendalian operasional,’’ pungkasnya.
Dengan begitu, ditegaskan kembali otomatis penentuan imbal hasil dari MBD dan entitas anaknya, akan ditentukan oleh IMK, melalui pengurus perusahaan di MDB dan entitas anak, yang ditunjuk oleh IMK.
Sebagai catatan, ABMM berhasil mencetak laba bersih sebesar US$ 225, 7 juta per kuartal III-2023. Laba bersih tersebut tumbuh 32,87% secara year on year dari US$ 169,9 juta di kuartal III-2022.
Sementara pendapatan Perseroan naik menjadi US$ 1,13 miliar per kuartal III-2023, menunjukan pertumbuhan 10,16% dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar US$ 1,02 miliar.

