Erajaya (ERAA) Bersama Anak Usahanya Perpanjang Tenor Kredit Rp 2,1 Triliun
JAKARTA, investortrust.id – PT Erajaya Swasembada Tbk (ERAA) dan bersama tiga anak usahanya memperpanjang tenor fasilitas kredit senilai Rp 2,1 triliun dari PT Bank Central Asia Tbk (BBCA).
Kredit yang diperpanjang terdiri atas Rp 1 triliun oleh Erajaya (ERAA). Sisanya perpanjangan kredit investasi tiga anak usahanya PT Data Citra Mandiri (DCM), PT Erafone Artha Retailindo (EAR), dan PT Nusa Abadi Sukses Artha (NASA) bernilai Rp 800 miliar dan perpanjangan kredit Rp 300 miliar oleh dua anak usahanya EAR DCM.
Baca Juga
Beban Membengkak, Laba Erajaya (ERAA) Tergerus 20,44% Jadi Rp 856,86 Miliar
“Fasilitas pinjaman tersebut akan diperpanjang bervariasi, fasilitas Rp 1 triliun diperpanjang hingga 13 November 2025. Fasilitas diperpanjang tiga tahun tanpa grace period, dan fasilitas Rp 300 miliar diperpanjang satu tahun sejak penandatanganan adendum,” tulis penjelasan resmi perseroan di Jakarta, kemarin.
Pergerakan Saham ERAA Ytd
Manajemen Erajaya (ERAA) menyebutkan bahwa perpanjangan kredit tersebut bertujuan untuk mendukung pembiayaan keperluan modal kerja dan tujuan lainnya yang berhubungan dengan transaksi usaha.
Hingga akhir 2023, emiten ritel perangkat telekomunikasi selular, ERAA, mencatat pereolehan laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp 856,86 miliar. Angka tersebut turun sebesar 20,44% secara tahunan atau year on year (yoy) dari tahun sebelumnya Rp 1,01 triliun.
Baca Juga
Erajaya (ERAA) Perpanjang Fasilitas Pinjaman Bernilai Jumbo dari Bank CTBC
Berdasarkan laporan keuangan audited yang dipublikasikan perseroan, penurunan profitabilitas ERAA diantaranya disebabkan kenaikan pada pos beban pokok penjualan, beban penjualan dan distribusi, beban umum dan administrasi.
Beban pokok penjualan tampak melonjak menjadi Rp 53,69 triliun pada 2023 dibanding Rp 44.10 triliun pada tahun 2022, kemudian eban pokok penjualan, beban penjualan dan distribusi naik jadi 2,66 triliun dari Rp 2,18 triliun. Sementara penjualan neto tercatat tumbuh sebesar 22,44% yoy menjadi Rp 60,13 triliun pada tahun 2023 dari Rp 49,47 triliun pada periode yang sama tahun 2022.

