Laba Erajaya (ERAA) Naik Jadi Rp 1,19 Triliun di 2025, Sebaliknya Anak Usaha ERAL Tertekan
JAKARTA, investortrust.id – PT Erajaya Swasembada Tbk (ERAA) membukukan peningkatan laba yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk lebih dari 15% menjadi Rp 1,19 triliun pada 2025, dibandingkan Rp 1,03 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Manajemen ERAA dalam rilis kinerja keuangan di Jakarta, Senin (30/3/2026), menyebutkan kenaikan tersebut sejalan dengan pertumbuhan penjualan yang mencapai Rp 76,60 triliun pada 2025, dari sebelumnya Rp 65,27 triliun.
Baca Juga
Erajaya (ERAA) Suntikkan Modal ke Anak Usaha, Angkanya Segini
Kinerja operasional juga menguat tercermin dari laba usaha yang meningkat dari Rp 2,13 triliun menjadi Rp 2,43 triliun. Laba sebelum pajak penghasilan turut naik dari Rp 1,51 triliun menjadi Rp 1,85 triliun.
Sejalan dengan itu, laba tahun berjalan meningkat dari Rp 1,11 triliun menjadi Rp 1,31 triliun. Laba per saham perseroan pun naik dari Rp 65,42 menjadi Rp 75,68 per saham.
Dari sisi neraca, total aset Erajaya meningkat signifikan dari Rp 21,77 triliun menjadi Rp 28,85 triliun. Sementara itu, total liabilitas juga naik dari Rp 12,71 triliun menjadi Rp 18,67 triliun.
Wakil Direktur Utama ERAA Hasan Aula, menyampaikan capaian tersebut mencerminkan efektivitas strategi ekspansi dan diversifikasi yang dijalankan secara konsisten oleh Perseroan.
Baca Juga
“Kinerja solid di 2025 menunjukkan ketahanan bisnis Perseroan di tengah dinamika pasar, didukung oleh penguatan portofolio merek, ekspansi jaringan ritel secara selektif, serta optimalisasi berbagai momentum konsumsi sepanjang tahun. Ke depan, kami akan terus memperkuat fondasi bisnis Perseroan melalui pengembangan vertikal usaha serta perluasan ekosistem ritel guna mendukung pertumbuhan yang berkelanjutan,” ujarnya dalam keterangan resmi, Senin, (30/3/2026).
Dari sisi kontribusi, segmen cellular phones & tablet masih menjadi penyumbang terbesar terhadap penjualan bersih dengan porsi 78,42%. Di luar handset, sejumlah segmen lain juga mencatatkan pertumbuhan positif dan semakin memperkuat kontribusi terhadap kinerja Perseroan secara keseluruhan.
Kinerja Anak Usaha
Di sisi lain, PT Sinar Eka Selaras Tbk (ERAL), anak usaha ERAA dengan kepemilikan 80% saham, mencatatkan penurunan laba tahun berjalan dari Rp 201,34 miliar menjadi Rp 169,29 miliar pada 2025.
Baca Juga
Penurunan tersebut terjadi di tengah lonjakan penjualan Erajaya Active Lifestyle (ERAL) yang meningkat dari Rp 4,84 triliun menjadi Rp 6,49 triliun. Laba bruto juga naik signifikan dari Rp 657,25 miliar menjadi Rp 1,08 triliun.
Namun demikian, peningkatan beban penjualan dan distribusi, beban umum dan administrasi, serta beban operasi lainnya menyebabkan pertumbuhan laba usaha terbatas, dari Rp 230,25 miliar menjadi Rp 241,70 miliar.
“Sepanjang tahun 2025, ERAL mampu mencatatkan kinerja yang positif sepanjang tahun 2025. Hal ini didukung oleh strategi kami dalam memperkuat portofolio brand global serta memperluas kategori produk yang semakin relevan dengan kebutuhan gaya hidup masyarakat Indonesia. Kami juga terus menjaga disiplin dalam eksekusi operasional dan fokus pada pertumbuhan yang berkualitas,” kata CEO Erajaya Active Lifestyle, Djohan Sutanto dalam pernyataannya, Senin, (30/3/2026).
Baca Juga
Prabowo Saksikan Penandatanganan MoU Indonesia-Jepang di Tokyo, Fokus Energi hingga Teknologi AI
Dari sisi struktur bisnis, ERAL terus bergerak menuju portofolio yang lebih terdiversifikasi melalui tiga kategori utama, yakni Smart, Active, dan Lifestyle. Kategori Smart yang mencakup produk berbasis teknologi dan Internet of Things (IoT) masih menjadi kontributor terbesar dengan pendapatan Rp 4,4 triliun atau sekitar 67% dari total penjualan.
Sementara itu, kategori Active yang berfokus pada kebutuhan gaya hidup aktif seperti sportswear dan peralatan olahraga mencatatkan pertumbuhan penjualan 96% secara tahunan. Adapun kategori Lifestyle yang mencakup pengembangan ekosistem gaya hidup termasuk kendaraan listrik tumbuh lebih tinggi, yakni 173% secara tahunan.
Pertumbuhan tersebut turut meningkatkan kontribusi kedua kategori terhadap total pendapatan, seiring ekspansi portofolio merek dan meningkatnya relevansi produk dengan tren konsumen. Kontribusi dari XPENG juga mulai memberikan dampak positif terhadap kinerja Perseroan.

