Telkom (TLKM) Sebut Belum Berencana Lepas GOTO, Ini Alasannya
JAKARTA, investortrust.id – PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM) mengincar nilai sinergi (synergy value) dengan PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO), melebihi nilai saham emiten teknologi tersebut. Untuk itu TLKM memastikan belum berencana melepas investasinya di GOTO.
Direktur Keuangan & Manajemen Risiko Telkom Heri Supriadi menegaskan, pihaknya tidak melihat kepemilikan saham GoTo sebagai investasi saja. Manajemen menyebut, pembelian saham GOTO tidak hanya bertujuan mendapat keuntungan dari capital gain saham.
“Namun yang lebih besar kami harap adalah sinergi dengan GOTO di berbagai elemen yang menghasilkan value added kepada kami yang tidak bisa kami dapat bila tidak memiliki investasi di GoTo,” papar Heri dalam Konferensi Pers Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Telkom di Four Season Jakarta, Jumat (3/5/2024).
Baca Juga
Dia memastikan, synergy value yang Telkom dapat dari GOTO, tumbuh signifikan dari tahun ke tahun. Dengan adanya sinergi yang Telkom dapat tersebut, manajemen menegaskan, belum memiliki rencana untuk melepas investasi di GOTO.
Emiten pelat merah itu justru mengaku akan terus mengembangkan investasi di GOTO untuk mendapatkan nilai maksimum dari synergy value dimaksud. Hasil kolaborasi dengan GOTO ini, Telkom harap dapat menutup semua investasi yang perseroan taruh di GOTO.
Direktur Utama Telkom Ririek Adriansyah menegaskan, kenaikan maupun penurunan harga saham GOTO merupakan unrealized loss dan unrealized gain yang tidak memengaruhi laba operasional perusahaan.
“Memang ada pengaruh ke laba bersih Telkom tetapi tidak di laba operasional,” ujar Ririek dalam kesempatan yang sama.
Di sisi lain, Heri menyebutkan bahwa performa keuangan Telkom pada kuartal I-2024 masih terpengaruh performa saham GoTo dalam bentuk unrealized loss sekitar Rp 403 miliar. Namun saham teknologi tersebut sudah memberikan unrealized gain kepada Telkom sebesar Rp 800 miliar pada kuartal I-2023.
Baca Juga
Kemenkominfo: Masuknya Starlink Buat Persaingan Industri Telekomunikasi Lebih Hidup
Alhasil performa Telkom dalam laporan operasional dan non-operasional sepanjang Januari-Maret 2024 mencatat net income Rp 6,53 triliun yang turun 5,8%. Bila unrealized loss dari saham GOTO tidak diikutkan maka Telkom mencatatkan net income Rp 6,33 triliun atau tumbuh 3,1% (yoy) pada kuartal pertama tahun ini. (CR-10)

