Standard Chartered Prediksi Harga Bitcoin Bisa 'Drop' ke US$ 50.000
“Penembusan (harga) Bitcoin yang tepat di bawah US$ 60.000 kini telah membuka kembali rute ke kisaran US$ 50.000-52.000,” ujarnya, seperti dikutip Coindesk, Jumat (3/5/2024).
Penyebab potensi penurunan tersebut salah satunya dipicu oleh kombinasi kondisi makro yang spesifik di industri kripto dan kondisi makro secara luas. Hal ini tercermin dari dana yang masuk ke exchange traded fund (ETF) Bitcoin spot di Amerika Serikat (AS). Di sisi lainnya, arus keluar juga terus terjadi sejak April hingga Mei 2024.
Sementara, menurut Geoff, ETF spot Bitcoin Hong Kong yang baru saja diperdagangkan pada Selasa lalu (30/4) tampaknya tidak membantu banyak untuk menaikkan harga Bitcoin. Karena, jumlah volume perdagangan yang dihasilkan terbilang rendah dibandingkan dengan ETF Bitcoin Spot (AS).
Ia mengungkapkan, selain kekhawatiran khusus terhadap aset kripto, tren makro ekonomi yang lebih luas juga berpotensi memberikan tekanan pada pergerakan harga Bitcoin.

