Sudah Gunakan Belanja Modal 50%, XL Axiata (EXCL) Fokus Peningkatan Jaringan
JAKARTA, investortrust.id - Emiten operator seluler PT XL Axiata Tbk (EXCL) telah menggunakan separuh anggaran belanja modal atau capital expenditure (capex) 2024 sebesar Rp 8 triliun pada kuartal I-2024.
Direktur & Chief Technology Officer (CTO) XL Axiata I Gede Darmayusa mengatakan sekitar 50% dari capex yang dianggarkan tahun ini sudah digunakan. Sebagian besar dari capex yang sudah dianggarkan digunakan untuk keperluan perluasan cakupan dan peningkatan kualitas jaringan.
"Kita consume [serap] capex setengah [dari alokasi] sampai dengan April 2024 atau Lebaran 2024 baru nanti sisanya akan kita gunakan menjelang tahun baru untuk perluasan cakupan dan peningkatan jaringan," katanya dalam Paparan Publik Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) 2024 XL Axiata di XL Axiata Tower, Jakarta Selatan, Jumat (3/5/2024).
Lebih lanjut, Gede menjelaskan 80% dari capex dianggarkan untuk keperluan perluasan dan peningkatan kualitas jaringan. Kemudian, 20% sisanya digunakan untuk kebutuhan perangkat teknologi informasi pendukung dan kebutuhan operasional lainnya masing-masing 10%.
Baca Juga
"Sebanyak 65% dari yang 80% untuk keperluan perluasan cakupan dan peningkatan jaringan itu untuk kebutuhan frekuensi radio, peningkatan kapasitas. Kita kembangkan new site untuk itu. Kalau [perangkat] IT [information technology/teknologi informasi] kita mau ada migrasi ke cloud computing [komputasi awan] juga," paparnya.
Dari sisi infrastruktur, Gede mengungkapkan XL Axiata sudah menambah jumlah stasiun pemancar atau Base Transceiver Station (BTS) sepanjang kuartal I-2024. Jumlah BTS meningkat 9,6% secara tahunan (year on year/YoY) menjadi total 163.106 unit, termasuk 107.906 unit BTS 4G, dengan tingkat keterhubungan dengan jaringan fiber optik atau fiberisasi mencapai 62%.
Tidak hanya menghubungkan BTS satu dengan yang lainnya menggunakan kabel fiber optik, Gede mengungkapkan fiberisasi juga dilakukan dengan penggantian atau regenerasi perangkat
"Contohnya adalah dengan mengganti perangkat yang selama ini menggunakan microwave [gelombang mikro] menjadi perangkat fiber. Fiberisasi dilakukan untuk meningkatkan kualitas jaringan data dan sebagai persiapan implementasi 5G di masa mendatang," ungkapnya.
Baca Juga
Bos XL Axiata Sambangi Menkominfo, Bahas Rencana Merger dan Isu-Isu Krusial
Terkait dengan penggunaan capex, XL Axiata pada tahun lalu hanya menghabiskannya sebesar Rp 7,15 triliun. Angka tersebut bahkan lebih rendah 21,01% dibandingkan penggunaan capex pada 2022 sebesar Rp 9,06 triliun.
Adapun, untuk kinerja keuangannya sepanjang 2023, XL Axiata mencatatkan peningkatan pendapatan dari Rp 7,54 triliun menjadi Rp 8,43 triliun hingga akhir Maret 2024. Sedangkan beban naik dari Rp 6,60 triliun menjadi Rp 6,96 triliun. Alhasil laba kotor perseroan naik dari Rp 940,76 miliar menjadi Rp 1,47 triliun.
XL Axiata juga mencatatkan kenaikan biaya keuangan dari Rp 682,32 miliar menjadi Rp 758,15 miliar sampai akhir Maret 2024. Hal ini menjadikan laba sebelum pajak meningkat dari Rp 237,77 miliar menjadi Rp 677,19 miliar.

