Cek Rekomendasi Saham Hari Ini, ADRO, KLBF, LSIP, GJTL, dan CUAN
JAKARTA, investortrust.id - Indeks harga saham gabungan (IHSG) menjelang akhir pekan ini diperkirakan berpotensi melemah, dengan pergerakan di range 7.072-7.180. Tim Riset InvestasiKu merekomendasikan sejumlah saham layak dicermati investor pada Jumat (3/5/2024), yakni ADRO, KLBF, LSIP, GJTL, dan CUAN.
“IHSG pada perdagangan Kamis, 2 Mei 2024, melemah 1,61% ke level 7.117. Pelemahan ini terjadi di tengah bursa regional Asia yang konsolidasi menguat,” kata analis Cheril Tanuwijaya membeberkan hasil analisis Tim Riset InvestasiKu, Jakarta, Jumat (3/4/2024).
Baca Juga
Adaro Energy (ADRO) Siapkan Dana Buyback Saham Rp 4 Triliun, Gelar RUPS 15 Mei
Adapun penyebab pelemahan IHSG kemarin disebabkan oleh koreksi signifikan pada saham-saham perbankan big caps akibat hasil rilis kinerja yang di bawah perkiraan. Selain itu, berbagai indikator menunjukan potensi perlambatan kinerja emiten perbankan di tengah tantangan ekonomi global. Secara sektoral, sektor perbankan juga melemah paling signifikan dengan koreksi 2,78% dalam sehari.
Sebaliknya, ada 2 sektor yang masih mampu mencatatkan penguatan yaitu sektor kesehatan dan sektor industri, masing-masing sebesar 0,12% dan 0,11%. Penguatan sektor ini didukung oleh berlanjutnya sentimen positif dari rilis kinerja emiten kesehatan yang naik di atas estimasi, dan valuasi yang murah dari emiten industrial seperti ASII.
Net Sell Rp 2,6 Triliun
Head of Research Mega Capital Sekuritas ini juga mengungkapkan, investor asing mencatatkan aksi net sell sebesar Rp 2,6 triliun. Lima saham yang paling banyak dijual yaitu BMRI, BBRI, BBNI, UNTR, dan ANTM.
Sementara itu, kemarin waktu setempat, bursa saham global ditutup variatif pascapertemuan Federal Open Market Committee (FOMC). Indeks bursa Asia dan Eropa konsolidasi melemah.
"Sedangkan bursa AS berhasil ditutup menguat. Ini ditopang hasil rilis kinerja kuartal I lalu. Mayoritas pelaku pasar masih mencerna komentar Gubernur The Fed Jerome Powell pada FOMC 2 Mei kemarin, sambil menanti rilis data tenaga kerja AS, aktivitas jasa, dan manufaktur AS di malam hari ini," ujar Cheril.
Baca Juga

