Lippo Karawaci (LPKR) Raup Marketing Sales Rp 1,5 Triliun, Tapi Keuangan Berbalik Rugi
JAKARTA, investortrust.id – PT Lippo Karawaci Tbk (LPKR), pengembang real estat dan layanan kesehatan, membukukan penjualan marketing (marketing sales) properti senilai Rp 1,5 triliun pada kuartal I-2024. Realisasi ini setara dengan 28% dari target pra penjualan tahun ini dengan total Rp 5,37 triliun.
Sebaliknya kinerja keuangan justru anjlok setelah berbalik rugi bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk senilai Rp 179,12 miliar pada kuartal I-2024, dibandingkan laba bersih Rp 1,12 triliun pada kuartal I-2023.
Baca Juga
Pendapatan Naik, Lippo Karawaci (LPKR) Berbalik Cetak Laba Rp 653,69 Miliar Tahun 2023
Marketing sales kuartal I-2024 didominasi penjualan rumah tapak setelah berhasil meluncurkan Park Serpong dan Lippo Cikarang Cosmopolis, yaitu konsep baru di Cikarang yang didukung sejumlah produk XYZ Livin.
Perseroan juga mencatatkan bahwa sebanyak 55% pra penjualan bersumber dari berbagai proyek perumahan yang menyasar pemilik rumah pertama, seperti Cendana Homes, XYZ Livin, dan Waterfront Uptown.
Pergerakan Harga LPKR Ytd
Proyek LPKR sendiri sebagian besar berlokasi di wilayah Barat Jabodetabek, yang terdiri atas produk rumah tapak dan menengah, ruko, serta hunian tingkat tinggi yang siap dihuni. Sedangkan penjualan properti seri XYZ Livin dan Cendana di Park Serpong berkontribusi sebesar Rp 543 miliar terhadap pra penjualan LPKR kuartal I-2024.
Selain itu, manajemen LPKR menyebutkan bahwa sebanyak 78% dari total pra penjualan dibiayai melalui hipotek. “Kami melihat permintaan yang kuat terhadap perumahan dengan harga yang terjangkau, didukung oleh tingginya penggunaan hipotek, yang menyiratkan tingginya pengguna akhir,” ujar Group CEO LPKR John Riady dalam penjelasan resminya di Jakarta, Kamis (2/5/2024).
Baca Juga
Gara-gara Ini, Lippo Karawaci (LPKR) Berbalik Jadi Untung Jumbo hingga September 2023
Dia menambahkan, perseroan terus memperkuat posisinya di segmen pasar pemilik rumah perdana dengan merilis sejumlah unit di Park Serpong dan di Lippo Cikarang Cosmopolis. “Saat ini, kami sudah berada di jalur yang tepat untuk memenuhi target tahun ini, dengan mempertahankan momentum penjualan saat ini serta melalui rencana peluncuran di kuartal mendatang,” terangnya.
Keuangan Merugi
Terkait kinerja keuangan hingga kuartal I-2024, LPKR justru mencatatkan rugi periode berjalan senilai Rp 90,18 miliar, dibandingkan periode sama tahun lalu dengan laba periode berjalan Rp 1,25 triliun.
Baca Juga
Industri Manufaktur hingga Properti Diyakini Bisa Dorong Ekonomi Tumbuh 5%
Rugi bersih tersebut berbanding terbalik dengan peningkatan pendapatan dari Rp 3,81 triliun menjadi Rp 4,60 triliun. Beban pokok pendapatan juga meningkat, meski demikian laba bruto tetap bertumbuh dari Rp 1,58 triliun menjadi Rp 1,92 triliun.
Pemicu utama rugi bersih datang dari lonjakan beban lainnya dari Rp 59,11 miliar menjadi Rp 499 miliar. Penurunan juga dipicu atas anjloknya penghasin lainnya dari Rp 1,37 triliun menjadi Rp 9,4 miliar.

