Laba Amman (AMMN) Turun 27%, Tapi Sahamnya justru Meroket
JAKARTA, investortrust.id – PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) membukukan pemnurunan laba bersih sebanyak 27% menjadi US$ 131 juta pada kuartal I-2024, dibandingkan periode sama tahun lalu US$ 179 juta.
Meski laba bersih perseroan mencatatkan penurunan, saham AMMN justru melesat Rp 400 (4,23%) ke level tertinggi baru Rp 9.850 . Kenaikan tersebut menjadikan kapitalisasi saham AMMN melesat menjadi Rp 714,30 triliun atau menempati urutan empat terbesar di BEI.
Baca Juga
IHSG Sesi I Melesat 87 Poin, Saham BBRI, BREN, dan AMMN Berkibar
Direktur Keuangan AMMN Arief Sidarto mengatakan, perseroan berhasil mencatatkan kenaikan tipis pendapatan dari US$ 597 juta menjadi US$ 602 juta pada kuartal I-2024. Sebaliknya EBITDA terkoreksi 7% dari US$349 juta menjadi US$ 326 juta.
Pergerakan Harga AMMN
Kinerja keuangan tersebut didukung peningkatan penjualan konsentrat sebanyak 9% menjadi 150,368 metrik ton kering. Penjualan tembaga juga meningkat 5% menjadi 80 juta pon, penjualan emas meningkat 15% menjadi 137.539 ons, penjualan material yang ditambah naik menjadi 69 juta ton, dan bijih yang diproses meningkat 9% menjadi 10 juta ton.
Baca Juga
Amman Mineral (AMMN) Habiskan Dana Eksplorasi Rp 101,26 Miliar di Kuartal I-2024
“Meskipun hasil produksi perseroan kuartal I-2024 tercatat baik, pendapatan perseroan hanya naik 1%, seiring penurunan harga jual tembaga sebesar 19%. Sebaliknya harga jual emas meningkat sebanyak 9%,” terangnya.
Penurunan juga dipengaruhi penundaan pengiriman beberapa minggu pada Januari 2024, karena perseroan merevisi izin ekspor agar bea ekspor tetap 10%. “Selama kuartal I, perseroan menunjukkan ketahanan finansial di tengah beberapa tantangan dan berkomitmen untuk menerapkan pengelolaan keuangan yang hati-hati dan pengendalian biaya yang ketat,” terangnya.

