VKTR Raih Pendapatan Bersih Rp 205 Miliar di Kuartal I-2024
JAKARTA, investortrust.id – PT VKTR Teknologi Mobilitas Tbk (VKTR) membukukan pendapatan bersih sebesar Rp 205 miliar selama kuartal I-2024, turun 29,79% secara year on year (yoy). Pada periode yang sama tahun 2023, pendapatan VKTR tercatat Rp 292 miliar.
Manajemen VKTR menyampaikan, sepanjang kuartal I-2024, Perseroan fokus pada peningkatan margin, terutama pada sisi pengendalian biaya yang baik di segmen bisnis manufaktur suku cadang, dan penjualan di segmen bisnis EV setelah sebelumnya nihil di kuartal I-2023.
Sementara penurunan pendapatan VKTR, utamanya disebabkan oleh penurunan penjualan dari bisnis manufaktur suku cadang seiring dengan penurunan penjualan kendaraan nasional di kuartal tersebut.
Baca Juga
Sambut Lebaran, VKTR dan Gapura Angkasa Luncurkan Bus Apron Listrik di Bandara Soetta
Di sisi lain, VKTR mencatat adanya penjualan di segmen penjualan EV pada kuartal I-2024, berbeda dengan periode yang sama tahun 2023 yang masih nihil.
Seiring penurunan pendapatan, jumlah laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk tercatat sebesar Rp 20,96 miliar pada kuartal I-2024, turun 26,75% yoy dari Rp 28,61 miliar pada kuartal I-2023.
Dari sisi neraca, tidak terjadi banyak perubahan. Total aset mengalami peningkatan sebesar 0,5% menjadi Rp 1,67 triliun dari Rp 1,66 triliun. Sementara itu, total kewajiban mengalami penurunan sebesar 3% menjadi Rp 505 miliar pada kuartal I-2024 dari Rp 520 miliar di akhir tahun 2023.
Baca Juga
VKTR dan Pertamina Power Teken Kerja Sama Pengembangan Ekosistem Kendaraan Listrik
Margin laba kotor konsolidasi Perusahaan pada kuartal I-2024 mengalami kenaikan menjadi 26,1% dari 19,1% pada kuartal I-2024. Sementara margin EBITDA perusahaan mengalami kenaikan menjadi 15,7% pada kuartal I-2024 dari 11,9% pada kuartal I-2023.
Peningkatan margin terutama disebabkan oleh pengendalian biaya pada bisnis manufaktur suku cadang mobil yang dipimpin oleh penurunan HPP (Harga Pokok Penjualan).
Dari segmen penjualan EV, di sepanjang kuartal I-2024, Perusahaan semakin menguatkan ekspansi portofolio klien B2B (Business to Business) yang memiliki visi ke arah keberlanjutan yang semula hanya B2G (Business to Government). Hal ini tercermin dari kelanjutan penjualan bus listrik kepada perusahaan swasta sepanjang kuartal tahun ini.
Beberapa kerja sama telah dijajaki oleh Perusahaan pada 1Q24 untuk mendorong adopsi dan penjualan EV di Indonesia, seperti pembangunan JV (Joint Venture) dengan salah satu perusahaan distributor kendaraan terkemuka di Indonesia untuk memaksimalkan kanal penjualan; serta menandatangani kerjasama strategis dengan salah satu BUMN terbesar di Indonesia untuk solusi green financing melalui skema e-MaaS (electric-Mobility as a Service).
“Beberapa hal menjadi faktor penurunan penjualan kami sejalan dengan penurunan di industri automotif nasional, seperti pemilihan umum presiden yang terjadi pada kuartal I-2024 yang menyebabkan banyak pihak melakukan wait and see approach,” ulas Manajemen VKTR dalam keterangan resmi yang dikutip, Selasa (30/4/2024).
Baca Juga
VKTR Teknologi Mobilitas Raih Pendapatan Bersih Rp 1,062 Triliun
Selain itu, ketidakpastian kondisi makro global di tengah memanasnya kondisi geopolitik di Timur Tengah yang berdampak pada pelemahan rupiah menyebabkan melemahnya daya beli konsumen.
Namun, di tengah kondisi eksternal yang menantang, segmen manufaktur suku cadang mampu mendorong peningkatan marjin berkat pengendalian keuangan yang baik. “Dari segi EV, kami tetap konsisten untuk menyelesaikan progres pembangunan Fasilitas Kendaraan Listrik Komersial Berbasis CKD (Completely Knock Down) Pertama di Indonesia di Magelang agar berjalan sesuai dengan rencana pembangunan yang ditargetkan selesai pada bulan September 2024,” urainya.
Direktur Utama VKTR, Gilarsi W. Setijono, mengakui, menjadi pionir di dalam segmen EV Komersial di Indonesia memang penuh dengan tantangan. Oleh sebab itu, kata dia, VKTR terus berupaya untuk memberikan solusi permasalahan industri EV dari segi manufaktur hingga pembiayaan untuk mengakselerasi adopsi EV di Indonesia.
“Fokus VKTR saat ini adalah memastikan progres pembangunan Fasilitas CKD kami di Magelang berjalan tepat waktu. Fasilitas ini akan menjadi pusat perakitan kendaraan listrik komersial dengan TKDN minimal 40%, sehingga memberikan dampak pada keterjangkauan harga untuk konsumen, dan peningkatan margin untuk perusahaan”, ujar Gilarsi W. Setijono.
Lebih lanjut kata dia, perusahaan terus mendukung pihak yang ingin merealisasikan target Net Zero Emissions mereka.
“Dari total 60 bus VKTR yang telah beroperasi dengan jarak tempuh 5.432.358 Km (per-15 April 2024), estimasi internal kami jumlah karbon yang berhasil dikurangi sebanyak 5.200 ton CO2 (dengan asumsi faktor konversi 2,68 kg CO2/liter, dan konsumsi solar 2,8 km/liter),” imbuh Gilarsi.
Untuk menyerap CO2 sebesar 5.200 ton, dibutuhkan sekitar 5.627 hektare vegetasi untuk menyerap 5.200 ton CO2, atau setara dengan 237 ribu pohon yang harus ditanam untuk menyerap emisi CO2 tersebut (asumsi 1 pohon dewasa menyerap 22 kg CO2 selama 20 tahun).

