VKTR Teknologi Mobilitas Raih Pendapatan Bersih Rp 1,062 Triliun
JAKARTA, investortrust.id -- PT VKTR Teknologi Mobilitas Tbk (VKTR) menorehkan pendapatan bersih sebesar Rp 1,062 triliun sepanjang 2023. Sedangkan total aset meningkat sebesar 62% menjadi Rp 1.668 miliar, dibanding tahun 2022 sebesar Rp 1.033 miliar.
Direktur Utama VKTR, Gilarsi W Setijono, menyatakan, pendapatan bersih sedikit terkoreksi dibanding tahun 2022 sebesar Rp 1.071 milia. “Penyesuaian ini sebagian besar disebabkan oleh pergeseran pembelian bus oleh sektor pemerintah, yang diperkirakan akan pulih dalam periode berikutnya,” kata Gilarsi dalam keterangannya, Jumat (8/3/2024).
Kenaikan aset VKTR sebagian besar disebabkan oleh penerimaan dana hasil penawaran umum perdana (IPO) pada pertengahan 2023. Adapun total kewajiban berkurang sebesar 31% menjadi Rp 521 miliar pada 2023 dari tahun 2022 sebesar Rp 758 miliar, terutama karena penurunan signifikan dalam total liabilitas jangka pendek.
Gilarsi menyatakan, bisnis manufaktur suku cadang kendaraan komersial VKTR terus berkembang didorong oleh kuatnya permintaan dari pelanggan utama di sektor kendaraan komersial. Pertumbuhan ini terutama dipicu oleh transisi dari teknologi kendaraan EURO 2 ke EURO 4 dan didorong oleh pemulihan pasar transportasi pascapandemi serta peningkatan penjualan OEM.
“Inisiatif untuk meningkatkan variasi komponen telah membuahkan hasil, memperkuat posisi VKTR sebagai pemasok pilihan di industri,” tuturnya.
Selain itu, sinergi dengan anak perusahaan yang berfokus pada kendaraan listrik komersial (KLK) diharapkan mendukung pertumbuhan pendapatan di masa depan seiring dengan ekspansi industri KLK.
Di segmen KLK tersebut, perseroan telah melakukan ekspansi portofolio klien yang semula hanya B2G (Business to Government) hingga ke B2B (Business to Business). “Hal ini ditandai dengan penjualan bus listrik kepada perusahaan swasta di tahun 2023,” tutur Gilarsi.
Baca Juga
Lanjutkan Lompatan, Saham VKTR dan ALII Kembali Ceta ATH Baru
Menyikapi tantangan dan peluang pasar saat ini, VKTR telah memperluas fokusnya ke sektor B2B, menargetkan industri yang membutuhkan kendaraan seperti hauling tambang, logistik perkebunan, dan pengangkutan log.
“Upaya ini dilengkapi dengan pembuatan prototipe dan uji coba produk yang menjanjikan, menandakan komitmen VKTR terhadap inovasi dan keunggulan operasional. Meskipun sektor B2G tetap menjadi bagian penting dari strategi VKTR, diversifikasi ini bertujuan untuk mengurangi ketergantungan pada pembelian pemerintah yang dapat dipengaruhi oleh faktor politik dan ekonomi,” tegas Gilarsi.
Diversifikasi
Gilarsi menekankan, potensi elektrifikasi kendaraan komersial sangat besar. Terdapat lebih dari 6 juta unit truk dan 260 ribu unit bus di Indonesia, dengan tingkat elektrifikasi kedua jenis kendaraan tersebut kurang dari 0,1%.
Selain itu, kata dia, industrialisasi terus menjadi inisiatif strategis VKTR untuk memperkuat posisi sebagai pionir di sektor KLK, yang ditandai dengan groundbreaking dari Fasilitas Kendaraan Listrik Komersial berbasis Completely Knock Down (CKD) pertama di Indonesia pada tanggal 27 Februari 2024. Terletak di Magelang, Jawa Tengah, fasilitas ini merupakan perusahaan patungan antara perusahaan dengan Karoseri Tri Sakti yaitu PT VKTR Sakti Industries (VKTS).
Pembangunan fasilitas ini sejalan dengan visi pemerintah untuk merealisasikan Peraturan Presiden No. 55/2019 juncto Peraturan Presiden No. 79/2023 tentang Percepatan Program Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai (Battery Electric Vehicle) untuk Transportasi Jalan serta mencapai target Net Zero Emissions tahun 2060, pembangunan fasilitas ini didukung penuh oleh pemerintah.
“Pembangunan fasilitas ini merupakan langkah optimis kami dalam berinvestasi pada pertumbuhan VKTR pada jangka panjang,” ucap Gilarsi.
Selain dari penguatan secara industri, VKTR pun melakukan penguatan dari segi manpower untuk mencapai target terutama dari segi penjualan dengan melakukan perekrutan karyawan khususnya pada Divisi Komersial, Insinyur, dan Industrialisasi. Total peningkatan karyawan tercatat meningkat 2 kali lipat dibandingkan tahun 2022.
“Kami mengakui bahwa, serupa dengan kuartal sebelumnya, kinerja penjualan segmen kendaraan listrik (EV) kami terus dipengaruhi oleh penundaan sementara dalam pemesanan dari klien B2G kami akibat peristiwa politik awal tahun ini. Meskipun demikian, kami menegaskan bahwa backlog kami tetap kuat. VKTR tetap berkomitmen pada misi kami untuk mempercepat mobilitas berkelanjutan dan memimpin pasar kendaraan listrik di negara ini,” ujar Gilarsi.
VKTR yakin bahwa investasi strategis perusahaan di bidang manufaktur lokal, penyelesaian fasilitas CKD di Magelang, dan diversifikasi ke truk pertambangan listrik akan berkontribusi terhadap kesuksesan jangka panjang kami. Meskipun terdapat tantangan jangka pendek, order book VKTR yang kuat dan komitmen terhadap disiplin keuangan menempatkan perseroan dalam posisi yang baik di masa depan.
“Kami menghargai kepercayaan dan dukungan dari pemegang saham dan pemangku kepentingan kami; dan kami tetap berdedikasi untuk memberikan value kepada Anda. Bersama-sama, kita akan melewati tantangan-tantangan ini dan melanjutkan perjalanan kita menuju masa depan yang lebih hijau dan berkelanjutan”, tambahnya.
Baca Juga
Menhub Dukung Pembangunan Fasilitas Kendaraan Listrik Milik VKTR
Perusahaan juga berbangga dengan pencapaian pencegahan emisi dari total 60 bus listrik VKTR yang beroperasi dengan total jarak tempuh gabungan sekitar 4,8 juta km per Februari 2024. Bus listrik VKTR telah mencegah emisi hingga 4.578 ton CO2 (dengan asumsi fuel efficiency bus 2,8 km/liter; dan per liter solar menghasilkan emisi CO2 sebanyak 2,68 kg), artinya, kita membutuhkan sekitar 4.995 hektar vegetasi untuk menyerap 4.578 ton CO2 ini atau setara dengan penanaman 208 ribu pohon.
VKTR melalui anak perusahaannya juga terus berupaya dalam memberikan solusi inovatif untuk tantangan pendanaan keberlanjutan (sustainable finance) kendaraan listrik komersial dalam mempercepat adopsi kendaraan listrik komersial di Indonesia, yakni dengan mengenalkan model bisnis e-Mobility as a Service (e-MaaS).
Strategi lainnya, VKTR juga tengah dalam proses persiapan realisasi kerjasama strategis perusahaan untuk penetrasi penjualan dengan salah satu pionir industri otomotif di Indonesia yang telah beroperasi selama hampir 50 tahun, yakni Indomobil.
Baca Juga

