Saat Penjualan Turun, Emiten Haji Isam (JARR) Ini justru Torehkan Lompatan Laba
JAKARTA, investortrust.id – PT Jhonlin Agro Raya Tbk (JARR) berhasil membukukan kenaikan laba periode tahun berjalan menjadi Rp 30,13 miliar pada kuartal I-2024, dibandingkan periode sama tahun sebelumnya Rp 21,38 miliar.
Peningkatan tersebut berbanding terbalik dengan penjualan perseroan yang justru turun dari Rp 1,05 triliun menjadi Rp 826,99 miliar hingga akhir Maret 2024.
Manajemen JARR dalam rilis laporan kinerja keuangan di Jakarta, Senin (29/4/2024), menyebutkan bahwa kenaikan laba tersebut didukung atas penurunan beban pokok penjualan. Alhasil laba bruto menjadi turun tipis dari Rp 70,20 miliar menjadi Rp 65,26 miliar.
Kenaikan laba juga didukung atas keberhasilan perseroan memangkas beban umum dan administrasi dari Rp 28,84 miliar menjadi Rp 10,78 miliar. Hal ini mendorong laba usaha naik dari Rp 41,82 miliar menjadi Rp 54,47 miliar. Sebaliknya beban keuangan perseoran melesat dari Rp 10,81 miliar menjadi Rp 19,80 miliar.
Sebelumnya, perusahaan yang dikendalikan Haji Isam ini telah menandatangani kontrak penjualan biodiesel (fatty acid methyl ester/FAME) dengan PT Pertamina Patar Niaga. Nilai kontrak tersebut diperkirakan mencapai Rp 1,65 triliun.
“Perseroan dengan Pertamina NIaga telah menandatangani konrak pengadaan biodiesel pada 11 Januari 2024. Estimasi nilai kontrak mencapai Rp 1,65 triliun, belum termasuk PPN,” tulis Direktur Keuangan JARR Temmy Iskandar dalam penjelasan resminya.
JARR akan menyuplai biodiesel bagi Pertamina Patra Niaga dala kurun waktu Januari-Desember 2024. Sedangkan transaksi ini bukan merupkan transaksi affiliasi, karena perseroan dengan Pertamina tidak memiliki hubungan affiliasi.
Sebelumnya, perusahaan milik Haji Isam, JARR, mengumumkan akan menerbitkan sebanyak sebanyak 1,23 miliar saham untuk merger dengan PT Jhonlin Agro Lestari (JAL). Merger tersebut diprediksi menciptakan lompatan kinerja keuangan perseroan ke depan.
Pergerakan Saham JARR Ytd

