Perusahaan Haji Isam Ini (JARR) Raih Kontrak Penjualan Biodiesel Rp 1,65 Triliun ke Pertamina
JAKARTA, investortrust.id – Perusahaan yan dikendalikan Haji Isam, PT Jhonlin Agro Raya Tbk (JARR), menandatangani kontrak penjualan biodiesel (fatty acid methyl ester/FAME) dengan PT Pertamina Patar Niaga. Nilai kontrak tersebut diperkirakan mencapai Rp 1,65 triliun.
“Perseroan dengan Pertamina NIaga telah menandatangani konrak pengadaan biodiesel pada 11 Januari 2024. Estimasi nilai kontrak mencapai Rp 1,65 triliun, belum termasuk PPN,” tulis Direktur Keuangan JARR Temmy Iskandar dalam penjelasan resminya di Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (15/1/2024).
Baca Juga
Mantan Komut Jadi Mentan, Saham Milik Crazy Rich Batulicin (JARR) Meroket
JARR akan menyuplai biodiesel bagi Pertamina Patra Niaga dala kurun waktu Januari-Desember 2024. Sedangkan transaksi ini bukan merupkan transaksi affiliasi, karena perseroan dengan Pertamina tidak memiliki hubungan affiliasi.
Sebelumnya, perusahaan milik Haji Isam, JARR, menngumumkan akan menerbitkan sebanyak sebanyak 1,23 miliar saham untuk merger dengan PT Jhonlin Agro Lestari (JAL). Merget tersebut diprediksi menciptakan lompatan kinerja keuangan perseroan ke depan.
Manajemen JARR dalam keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia (BEI), Rabu (22/11/2023) menyebutkan, berdasarkan hasil penilaian nilai pasar JARR sebanyak Rp 2,04 triliun atau setara dengan Rp 255 per saham. Sedangkan nilai JAL mencapai Rp 313,83 miliar atau merefleksikan 1,23 miliar saham JARR.
Merger tersebut dinilai dapat menciptakan sinergi dan efisiensi yang emngoptimalkan kinerja operasional serta menaikkan skala ekonomi perusahaan. Penggabungan juga bertujuan untuk meningkatkan skala bisnis perusahaan yang lebih besar dan terintegrasi.
Baca Juga
JARR Kantongi Restu Merger, Komut Muda 21 Tahun Ini Malah Absen Pimpin RUPSLB
Merger juga bertujuan untuk diversifikasi bisnis dan meningkatkan daya saing perseroan ke depan. Apalagi sejalan dengan target pemerintah untuk meningkatkan konsumsi biosolar ke depan.
Terkait dampak terhadap kinerja keuangan, manajemen JARR mengungkapkan, penggabungan usaha tersebut berpotensi menjadikan laba bersih periode berjalan perseroan meleat menjadi Rp 125,33 miliar tahun ini dan menjadi Rp 116,66 miliar tahun 2024, dibandingkan proyeki laba tanpa merger senilai Rp 61,82 miliar tahun 2023 dan Rp 59,61 miliar tahun 2024.

